BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Puluhan karangan bertuliskan ucapan selamat atas terpilihnya salah satu kandidat Nahdlatul Ulama (NU) berjejer di kawasan Universitas Lampung (Unila) Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Kamis (23/12).
Menyikapi hal tersebut, salah satu muktamarin sebagai Ketua Gawagis penjaga NU, KH. Nurcholish Syahmaulani marah dan mengatakan, dirinya merasa terganggu atau terusik dengan karangan bunga yang diduganya dari makhluk astral.
“Saya tidak tahu ini dari mana? Yang jelas ini ini mungkin dari setan dari iblis! Pelaksanaan belum dilakukan tapi sudah muncul karangan bunga seperti ini,” tegas dia.
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jawa Timur, Kiai Marzuki Mustamar, belum pernah mengirimkan ucapan selamat ke salah satu calon.
“Ini adalah sebuah fitnah yang keji, karena sudah menghancurkan nama Ketua PBNU Jawa Timur. Saya tahu pelakunya. Ini akan menjatuhkan ketika terjadi apa-apa Ketua PBNU Jawa Timur akan dinonaktifkan dengan cara yang tidak benar. Ini keji sekali,” kata dia.
Dia menegaskan, pada dasarnya PBNU Jawa Timur tetap mengikuti proses konstitusi pemilihan sampai selesai. “Jadi tidak akan yang berbuat macam-macam. Ulah yang bikin-bikinan, ulang orang yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah hoax dan di luar pengawasan. Ini tidak benar, dan informasinya ada dua sampai tiga,” beber dia.
Dalam kesempatan ini, ia mengatakan, hal ini bisa menggiring opini untuk mengambil suatu posisi yang baik.
“Sebetulnya bukan kesini arahnya bukan ke Kiai Said tapi kesatuannya. Supaya orang berfikir belum diberi keputasan kok sudah menyampaikan, jadi yang simpati kesini simpatinya diarahkan kesana. Gak terima saya,” pungkas dia.
Kedepannya, dia akan menentukan langkah-langkah yang kongkrit terhadap masalah tersebut. “Saya akan tuntut, terhadap apa yang sekarang ini ada atas nama PBNU, siapa dalangnya? Akan kita cari siapa yang memesan ini! Kalau yang lain bukan urusan kita, kalau kita hanya terkait dengan Ketua PBNU Jawa Timur, karena dia (Ketua PBNU Jawa Timur) kaget dan merasa tidak pernah memesan ucapan ini tapi muncul ini. Dan hal ini adalah perbuatan yang keji. Dan hal ini haram hukumnya, ini bukan partai politik. Ini adalah cara Yahudi/Israel. Ini pasti perbuatan pesaing,” tegas dia.
Diketahui, dari pantauan Lampung Segalow di lapangan, karangan bunga tersebut yaitu ucapan selamat atas terpilihnya Said Aqil, sudah berdatangan sejak pukul 15.30 WIB, meskipun pemilihan Ketua Umum PBNU belum dimulai. (Din/AA)
