LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Jelang usia 50 tahun sepatutnya kita semakin memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Memasuki usia emas mungkin menjadi tantangan tersendiri, karena kebiasaan mengonsumsi makanan atau aktivitas yang dilakukan dulu bisa memengaruhi pola hidup sekarang sehingga sulit untuk diubah.
Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk sebuah usaha? Ya, kamu jangan putus asa untuk tetap menjaga kesehatan; salah satunya kesehatan jantung. Maka dari itu cobalah mulai memilah-milah makanan yang dapat memberikan risiko pada jantung kamu. Dimulai dari pola hidup yang sehat, seperti berolahraga ringan juga bisa menurunkan risiko sakit jantung, lho.
Mengutip WebMD, berikut empat makanan yang sebaiknya mulai kamu hindari jelang usia 50 tahun ke atas untuk menjaga kesehatan jantung. Apa saja?
- Donat dan makanan manis lainnya
Susan Bowerman, RD, spesialis Berat Badan dan Obesitas serta direktur senior dari Worldwide Nutrition Education for Herbalife Nutrition mengatakan, “tidak hanya donat yang digoreng, lemak tidak sehat juga terdapat di dalamnya. Donat juga banyak mengandung serat dengan karbohidrat olahan dan gula, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit jantung.”
Selain itu; studi epidemiologi juga membuktikan bahwa gula dapat memengaruhi detak jantung dan kesehatan dengan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, menurut sebuah studi penelitian tahun 2014 dalam JAMA Internal Medicine. - Daging dan makanan goreng
Menurut jurnal tahun 2021 “Fried-food consumption and risk of cardiovascular disease and all-cause mortality: a meta-analysis of observational studies,” dengan menggunakan data gabungan, para peneliti menghitung bahwa setiap porsi makanan goreng mingguan 114 gram (sekitar 4 ons), meningkatkan risiko gagal jantung sebesar 12 persen dan untuk risiko penyakit kardiovaskular sebesar 3 persen.
Sementara, seorang dokter dari Cornell University in Ithaca, New York, Victor W. Zhong, Ph.D melakukan penelitian terhadap warga AS. Sebanyak 29.682 orang dewasa AS menjadi subjek penelitian ini. Mereka pun mendapatkan hasil bahwa asupan daging olahan; daging merah atau unggas yang tidak diproses, secara signifikan terkait dengan penyakit kardiovaskular, sementara asupan ikan tidak demikian. - Camilan kentang
Mengutip U.S News, makanan ringan bertepung seperti keripik kentang dan pretzel menjadi bahaya bila dikonsumsi terlalu banyak. Sebab, 50 persen orang yang telah mengonsumsi makanan tersebut, lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung atau penyebab lainnya, dibandingkan mereka yang makan makanan ringan bertepung paling sedikit.
Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa AS yang menyukai “Western lunch”, dengan keju, daging olahan, biji-bijian olahan, lemak dan gula; memiliki risiko kematian dini lebih dini akibat penyakit jantung. Hal yang sama berlaku untuk orang-orang yang memiliki kecenderungan mengonsumsi keripik kentang dan makanan ringan “bertepung” lainnya sembari menyantap makanan lain. - Minuman manis dan soda
Mengurangi minuman manis dan beralih mengonsumsi soda, sepertinya tidak ada bedanya. Karena ternyata menurut ahli gizi Arika Hoscheit, RDN, minuman yang mengandung pemanis artifisial dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik.
Mengutip healthline, Eloi Chazelas, PhD dari Nutritional Epidemiology Research Team telah melakukan penelitian, yang menemukan minuman manis dan artificial sugar beverage memiliki risiko tinggi penyakit kardiovaskular. Selain itu , ia juga mengatakan mungkin artificial sugar beverage bukan pengganti yang sehat untuk minuman manis.(Ist/Zar/AA)
