SAKIT FLU BAGI IBU HAMIL APAKAH BERBAHAYA?

LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Sakit flu atau influenza bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Apalagi, kekebalan tubuh ibu hamil biasanya menurun, sehingga lebih mudah terserang penyakit.

Meski termasuk masalah kesehatan yang umum, ibu hamil tetap perlu waspada bila terserang virus influenza. Lantas, apa bahayanya bagi ibu hamil?
Kata Ahli soal Bahaya Flu bagi Ibu Hamil

Kepala Obstetri dan Ginekologi di New York-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, Dr. Laura Riley menjelaskan di laman Health Matters, jika ibu hamil terkena flu terutama pada trimester ketiga, maka hal itu bisa berisiko menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi di dalam kandungan.
“Jika terkena flu apalagi pada trimester ketiga, mereka berisiko lebih besar mengalami komplikasi, termasuk persalinan prematur, pneumonia berat yang dapat menyebabkan perawatan intensif,” jelas Dr. Laura.

Oleh karena itu, pencegahan terbaik dari influenza selama kehamilan adalah dengan mendapatkan vaksinasi, Moms. Vaksin influenza dinilai aman bagi ibu hamil dan janin. Bahkan, vaksin flu juga dapat memberikan perlindungan bagi bayi, jika pada akhirnya mereka lahir pada musim flu.

“Vaksin influenza telah dievaluasi dalam banyak penelitian dan terbukti aman selama kehamilan dan juga untuk bayi. Faktanya, suntikan vaksin flu pada ibu hamil juga dapat memberikan perlindungan terbaik untuk bayi baru lahir,” lanjut Dr. Laura.

Ibu hamil bisa mendapatkan suntikan vaksin influenza pada usia kehamilan berapa pun. Setelah mendapatkan vaksinasi, mereka akan mengembangkan antibodi terhadap virus flu yang melewati plasenta. Vaksin ini kemudian akan melindungi bayi di dalam kandungan, hingga beberapa bulan pertama kehidupannya sebelum akhirnya bisa mendapatkan vaksin flu sendiri.
Bayi baru lahir memiliki risiko kematian flu tertinggi di antara anak-anak usia lainnya, apalagi jika mereka tertular dari orang tuanya. Oleh sebab itu, mendapatkan vaksin influenza selama masa kehamilan dapat melindungi diri Anda sendiri sekaligus mengurangi risiko pada bayi secara signifikan (Ist/Zar/AA)