KASAT POL PP LAKUKAN PENERTIBAN GEROBAK PEDAGANG

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Plt. Kasat Pol PP kota Bandarlampung, Anthoni Irawan melakukan penertiban gerobak pedagang kaki lima yang berada di pinggiran jalan Sriwijaya , Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal Sabtu (26/2).

Anthoni mengatakan, penertiban pedagang ini berdasarkan rekomendasi dari pemerintah kota dan melaksanakan penegakkan perda.

” Para pedagang Yang di sepanjang jalan Sriwijaya ini gerobaknya kita tertibkan karena menggangu dan menggunakan trotoar atau bahu jalan,” tegas dia.

Dalam kesempatan ini, dia meminta kepada para pedagang kaki lima yang ada di sepanjang jalan Sriwijaya untuk kooperatif mengikuti aturan pemerintah kota perihal penggunaan trotoar dan bahu jalan.

“Kita minta para pedagang ini kooperatif, jadi selesai berdagang kita minta agar gerobak – gerobak mereka tidak dibiarkan begitu saja dalam artian menghubungi bahu jalan atau trotoar,” pinta dia.

Selanjutnya, dia menyampaikan sebelum diadakan penertiban gerobak pedagang ini, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada para pedagang. ” Kita sudah berikan himbauan tertulis maupun lisan kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapihan di jalan Sriwijaya,” tegas dia.

Kedepannya, dia menjelaskan bahwa penertiban seperti ini akan terus dilakukan secara bertahap. ” Kita akan lakukan sesuai perda daerah, nanti akan kita lakukan teguran baik lisan maupun tertulis pada tempat-tempat yang dirasa melanggar peraturan daerah kota Bandarlampung,” jelas dia.

Menurut dia, selain mengikuti peraturan daerah, kegiatan penertiban ini dilakukan sebagi upaya persiapan dalam menyambut agenda nasional terkait akan dipilihnya kota Bandarlampung sebagai tuan rumah kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

” Tentunya kita juga mempersiapkan segala sesuatunya terkait agenda APEKSI tersebut, tetapi walaupun tidak agenda tersebut memang sesuai aturan daerah jadi harus kita tegakkan,” pungkas dia.

Dia berharap, dalam penertiban ini tidak ada pedagang yang bandel dalam artian para pedagang semua koorperatif karena ada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang kita berikan. ” Mudah-mudahan ini bisa dimengerti dan dipahami oleh masyarakat,” harap dia. (Din/AA)