BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan ternak terutama jenis sapi membuat para pedagang kelimpungan. Sebab, menjelangnya hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah penjualannya menurun. Kamis (16/6)
Menurut Supratikno, salah satu penjual hewan kurban, yang berlokasi di Gg. M.Saleh, Jagabaya III, Kec. Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengatakan dengan adanya virus PMK ini, penjualan jelang hari Raya Idul Adha terbilang menurun, sebab sudah banyak masyarakat yang mengetahui adanya virus tersebut.
“Udah pasti menurun, semua rata-rata menurun sedikit. Mungkin mereka yang tau untuk jangan korban dulu atau gimana, tapi penjualan tetap laku sih,” kata dia saat ditemui Lampung Segalow.
Pada tahun sebelumnya, hewan qurban tersebut bisa terjual sampai ratusan ekor. Akan tetapi, hingga hari ini masih terjual 80 ekor.

Selain itu, dampak PMK pada sapi juga imbas pada harga yang mengalami kenaikan. “Hampir rata-rata naik sampai 3 juta rupiah tiap jenis sapi,” ujar dia.
Mengenai penjualan hewan sapi kurban ini, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk harganya sendiri, Pak Tikno banderol dimulai dari harga Rp18 Juta hingga Rp50 juta per ekor.
“Kalau disini khusus umur puluhan dan untuk berkurban. Jadi, sapi disini itu asal-asalan, maksudnya dari mana saja,” ucap dia.
Untuk menjaga kesehatan di masa PMK ini, Pak Tikno selalu menjaga kebersihan kandang serta memberi vitamin pada hewan ternak tersebut.
“Ya kita harus kasih vitamin, terutama kebersihan makan harus bagus dan kebersihan kandang juga harus bagus, sehingga sapi nyaman dan jangan basah, nah disitulah sapi nyaman dan sehat,” tandas dia. (TSF/AA)
