LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Cacingan jadi salah satu penyakit yang cukup sering terjadi pada anak Indonesia. Bahkan mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Indonesia memiliki angka kecacingan yang tinggi, yaitu sebesar 28%.
Tingginya angke kecacingan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya kebersihan, sanitasi, pasokan air, kepadatan penduduk, serta tanah yang lembap. Beberapa gejala umum cacingan yang perlu diwaspadai orang tua, seperti anak tampak lesu, tidak bersemangat, mudah atau sering mengantuk, anak tampak pucat atau anak alami diare.
Lantas, apakah anak perlu rutin diberi cacing?
Dr. Bagus Budi Santoso dan dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K) melalui laman IDAI menjelaskan, pemberian obat cacing perlu dilakukan selain usaha-usaha pencegahan seperti menjaga pola perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, menggunting kuku seminggu sekali, menggunakan alas kaki, mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.
Bahkan saat anak tampak sehat-sehat saja dan kita merasa selalu menjaga kebersihan dan sanitasi di rumah, tak ada salahnya untuk tetap melakukan pencegahan dengan memberi obat cacing.
Pemberian obat cacing dapat dimulai sejak anak usia 2 tahun, Moms. Hal ini, disebabkan karena pada anak usia 2 tahun sudah terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing.
Obat cacing juga perlu diberikan bila hasil pemeriksaan tinja ditemukan telur cacing atau cacing dan anak memiliki ciri-ciri cacingan.
Selanjutnya pemberian obat cacing dapat diulang setiap 6 bulan sekali yaa. (Ist/Zar/AA)
