LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Setelah belajar, bermain, dan bereksplorasi dengan hal-hal baru di sekitarnya, balita membutuhkan tidur yang cukup agar bisa mendapatkan energi lagi untuk melakukan aktivitas yang sama di hari berikutnya.
Beberapa anak mungkin akan langsung tidur dengan nyenyak. Namun, tak sedikit juga yang melakukan hal-hal aneh saat tidur, bahkan sampai membuat orang tua khawatir.
Mengutip Verywell Family, berikut ini beberapa perilaku tidur balita yang terlihat aneh, tapi sebenarnya masih termasuk normal.
Berikut 6 perilaku Tidur Balita yang Aneh tapi Termasuk Normal.
1.Mendengkur
Tak hanya orang dewasa, mendengkur saat tidur juga bisa dialami oleh balita. Hal ini termasuk normal meskipun terkadang Anda terganggu dengan suaranya.
2.Mengigau
Mengigau merupakan hal normal yang terjadi ketika balita sedang tidur. Hal itu mungkin menjadi tanda bahwa ia sedang menjadi “pemeran” dalam mimpinya.
3.Menggoyang-goyangkan Anggota Tubuh
Beberapa balita mungkin pernah menggoyang-goyangkan anggota tubuhnya saat sedang tidur, seperti kaki, tangan, bahkan kepala. Gerakan tersebut merupakan gerakan ritmik yang umumnya bukan menjadi hal yang perlu dikhawatirkan.
“Gangguan gerakan ritmik adalah parasomnia (gangguan tidur) yang terdengar menakutkan, tetapi tidak berbahaya sama sekali. Ini bisa sangat mengkhawatirkan bagi orang tua, tetapi secara umum itu tidak akan menyebabkan kerusakan apa pun,” jelas Heather Wallace, konsultan tidur anak bersertifikat.
Untuk mencegah anak terluka, pastikan lingkungan tidur anak aman. Selain itu, tanyakan pada anak apakah ia merasa tidurnya nyenyak atau tidak. Jika ia sering merasa kelelahan setelah bangun tidur, konsultasikan hal itu ke dokter ya, Moms.
4.Tersentak
Saat tidur, balita mungkin akan terlihat seperti kaget atau tersentak. Kondisi ini disebut dengan sentakan hipnik, yaitu kontraksi otot yang tidak disengaja dan terjadi di hampir semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Sentakan hipnik pada dasarnya adalah otak yang memerintahkan tubuh untuk tetap waspada karena Anda tertidur. Sentakan hipnik tidak berbahaya, tetapi bisa disebabkan oleh kelelahan atau kecemasan yang berlebih,” ungkap Wallace.
5.Kram Kaki
Jika balita tiba-tiba terbangun dan mengeluh kakinya sakit, bisa jadi ia sedang mengalami kram kaki. Kondisi ini disebabkan oleh betis yang berkontraksi secara tiba-tiba dan terjadi selama beberapa detik hingga 10 menit. Kram kaki kadang-kadang dianggap sebagai nyeri tumbuh atau dehidrasi pada saat tidur.
“Duduk terlalu lama, menggunakan otot kaki secara berlebihan, atau memiliki kaki rata juga dapat menyebabkan kram kaki di malam hari. Minum air yang cukup dan banyak berolahraga akan membantu menguranginya,” jelas konsultan tidur anak bersertifikat Erica Threet, M.Ed., CSWSC.
6.Tidur sambil Berjalan
Tidur sambil berjalan bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari kondisi psikis yang terganggu hingga pengaruh obat.
“Berjalan sambil tidur dapat diperburuk oleh stres, kelelahan, kurang tidur, obat, atau tidur dengan kandung kemih penuh,” ungkap Threet.
Menurut Wallace, orang tua sebaiknya mengunci kamar agar anak tidak bebas berjalan ke mana pun.
Selain itu, arahkan anak dengan lembut untuk kembali ke kasur tanpa membangunkannya.
“Cobalah untuk tidak membangunkan anak karena ini dapat menyebabkan ketakutan dan menyebabkan anak mengalami disorientasi,” ungkap Wallace. (Ist/TSF/AA)
