BAYI 11 BULAN MENINGGAL AKIBAT GAGAL GINJAL AKUT PROGRESIF ATIPIKAL, SANG KAKEK KLAIM CUCUNYA TAK MINUM OBAT SIRUP

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit, seorang bayi berusia 11 bulan yang sebelumnya dikabarkan terkonfirmasi kasus gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 22 Oktober 2022 malam. Senin (24/10).

Saat diwawancarai, dirumah duka yang berada di Kelurahan Durian Payung RT 10, Ling KK ungan II, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandarlampung, Kakek korban yang bernama Muhammad Darwis membenarkan bahwa bayi yang dikabarkan tersebut merupakan cucunya.

“Usianya 11 bulan, sekarang almarhum sudah dimakamkan kemarin (Minggu, 24 Oktober 2022),” ungkapnya, Senin (24/10)

Lebih lanjut ia mengatakan, pada hari Kamis, 20 Oktober 2022 malam, MAZ (bayi berusia 11 bulan yang disebutkan) mengalami sakit panas- dingin, lalu kejang-kejang, setelah dibawa ke rumah sakit langsung ditangani.

“Jadi masuk itu malam Jumat, malam Sabtu, terus malam minggu itu udah enggak ada (meninggal),” tuturnya.

Disinggung apakah mengkonsumsi obat-obatan seperti sirup yang tidak direkomendasikan, Muhammad Darwis menyampaikan, bahwa cucunya tidak mengkonsumsi obat-obatan sirup.

“Enggak, enggak pernah. Kalau untuk obat, tapi sepengetahuan saya belum pernah konsumsi obat sirup,” imbuhnya.

Saat ditanya, apakah punya penyakit lain, Darwis menuturkan, bahwa MA sempat terjatuh dari tempat tidur. Namun, sudah terjadi dalam waktu yang lama.

“Enggak juga, cuma pernah jatoh dari tempat tidur, tapi itu udah lama, terus pas dirumah sakit itu dironsen lah ada gejala yang pas jatuh itu,” pungkasnya.

Darwis menjelaskan, bahwa pihaknya belum menerima surat keterangan Laboratorium. ” Dokter RS sakit juga tidak di beri tahu, termasuk surat kematian juga belum di terima oleh pihak keluarga dari RS Abdul Moeloek,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Humas Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Sabta Putra membenarkan, bahwa bayi berusia 11 bulan yang terkonfirmasi meninggal berinisial MAZ.

“Iya benar MAZ, kita menghargai klaim keluarga, kami tidak membantahnya (hasil diagnosa) pihak keluarga. Kami mengerti keluarga dalam keadaan berduka,” tandasnya. (Din/AA)