SMAN 1 METRO SPMB SUDAH SESUAI JUKNIS

Metro | Pengumuman hasil seleksi SMA Unggul Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2026/2027 memunculkan beragam respons dari masyarakat, termasuk dari orang tua calon peserta didik yang menyampaikan kekecewaan karena anaknya yang memiliki nilai rapor tinggi tidak berhasil lolos melalui jalur prestasi.

Terkait masih ada dugaan kecurangan siswa yang masih bisa mencontek, atau berbuat kecurangan, sepanjang memiliki bukti bukti yang kuat dapat melaporkan pada call centre atau canal yang tersedia.

Diakui kepala Sekolah SMAN 1 Metro Ibnu Budi Cahyana, masih ada kendala sistem dalam penerimaan SPMB di SMAN 1 Metro, yakni adanya gangguan teknis server pada sesi kedua tanggal 9 juni khususnya yang sesi 2, dan ditunda pada esok harinya tgl 10 Juni 2026 dan berjalan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Ibnu Budi Cahyana menjelaskan dan meminta masyarakat memahami bahwa seleksi jalur prestasi SMA Unggul tidak hanya didasarkan pada nilai rapor semata.

Menurutnya, seluruh peserta yang mendaftar melalui jalur prestasi merupakan siswa-siswi terbaik dari SMP masing-masing yang telah melewati seleksi administrasi yang ketat sebelum mengikuti tahapan tes.

“Peserta yang masuk jalur prestasi ini pada dasarnya adalah anak-anak berprestasi dari seluruh kabupaten dan kota di Lampung. Mereka harus memenuhi syarat akademik maupun non-akademik terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan penghitungan nilai akhir sesuai petunjuk teknis yang berlaku,” ujar Ibnu, via Hp Seluler, Jumat, (12/6/2026)

Ia menjelaskan, berdasarkan Petunjuk Teknis SPMB 2026, nilai akhir jalur prestasi SMA Unggul merupakan gabungan dari empat komponen utama, yakni nilai rapor semester 1 sampai 5 sebesar 30 persen, nilai TKA sebesar 30 persen, nilai TPA sebesar 30 persen, serta sertifikat atau piagam prestasi sebesar 10 persen.

Karena menggunakan sistem pembobotan tersebut, peserta dengan nilai rapor sangat tinggi belum tentu otomatis berada pada peringkat teratas apabila nilai TKA, TPA, maupun komponen prestasi lainnya tidak setinggi peserta lain.

“Jadi penentuan kelulusan bukan hanya berdasarkan satu komponen. Semua nilai digabung dan dihitung secara proporsional sesuai bobot yang telah ditetapkan dalam juknis. Sistem ini dirancang agar seleksi lebih objektif dan mampu mengukur kemampuan akademik peserta secara menyeluruh,” ucap Ibnu.

Dalam Petunjuk Teknis SPMB 2026, jalur prestasi SMA Unggul memang dilaksanakan melalui mekanisme tes dengan menggabungkan empat komponen penilaian tersebut dan dialokasikan minimal 35 persen dari total daya tampung sekolah.

Dirinya memastikan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kuota sekolah unggul terbatas, sementara peminatnya sangat tinggi. Karena itu masyarakat diharapkan dapat melihat hasil seleksi secara utuh sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan dalam juknis, bukan hanya dari satu indikator nilai saja, berbeda dengan sistem penilaian jalur domisili yang menggunakan nilai murni TPA saja,” ujar Ibnu Budi Cahyana.

Begitu juga untuk SMAN 1 Metro, masih ada yang merasa bahwa dia seharusnya diterima dijalur domisili karena berdasarkan hitungan sementara dia ada diurutan 124, dan di pengumuman yang diterima 126, seharusnya masuk, tetapi mereka lupa bahwa kegiatan SPMB ini diikuti oleh 35 sekolah se Lampung, jadi penyebab tidak diterimanya bukan karena ada peserta siluman, tetapi karena ada siswa yang tes di SMAN Bandar lampung yang tidak diterima di pilihan 1 nya , tetapi pilihan ke 2 nya di SMAN 1 Metro sehingga menggeser dirinya.

“Selamat bagi murid yang lulus dan diterima pada SMAN Unggul TP 2026/ 2027, dan yang belum diterima masih ada kesempatan untuk penerimaan SPMB jalur reguler di SMAN 2,4,5,6 Metro, tanggal 15 sd 19 Juni 2026,” pungkas Ibnu.| (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *