Kolaborasi Jadi Kunci Festival Krakatau 2026, Teatrikal Letusan Krakatau Siap Memukau Pengunjung

LAMPUNG – Festival Krakatau ke-35 Tahun 2026 akan menghadirkan konsep yang lebih beragam dengan mengombinasikan unsur budaya, olahraga, ekonomi kreatif, hingga edukasi sejarah. Salah satu sajian yang disiapkan panitia adalah pertunjukan teatrikal yang mengisahkan peristiwa letusan Gunung Krakatau pada 1883 sebagai daya tarik utama festival.

Festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini akan berlangsung pada 25–30 Agustus 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, dengan mengusung tema “Nengah Nyappur” yang bermakna kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan penyelenggaraan Festival Krakatau tahun ini dirancang lebih dinamis melalui keterlibatan berbagai unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat.

“Festival Krakatau tahun ini bukan hanya seremonial, tetapi kita berkolaborasi dengan berbagai pihak sehingga kegiatan yang disajikan lebih bervariasi dan tidak monoton,” kata Tony di kantornya. Rabu (29/07/2026).

Menurut Tony, salah satu pertunjukan yang paling dinantikan adalah teatrikal yang mengangkat perjalanan sejarah Gunung Krakatau, mulai dari kondisi sebelum letusan, saat terjadi erupsi dahsyat pada 1883, hingga perkembangan Lampung setelah peristiwa tersebut.

“Teatrikal yang akan kita suguhkan nantinya rangkaian dari sebelum meletus hingga sesudah meletus dan sampai sekarang Lampung tumbuh menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selain pertunjukan tersebut, Festival Krakatau 2026 juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti Krakatau Culinary Festival, Seruwit Battle (Serbet), kompetisi solo song, modern dance, festival band, lomba mewarnai, fashion show anak berkebutuhan khusus, Krakatau Run, serta Coffee Experience. Sejumlah agenda unggulan lainnya meliputi Malam Raya Opening Festival Krakatau, Lampung Tapis Carnival yang menampilkan keberagaman budaya dari berbagai komunitas dan daerah, serta Malam Pesona Bumi Laut Krakatau.

Tidak hanya berpusat di Bandar Lampung, rangkaian Festival Krakatau juga diperluas melalui sejumlah agenda kolaborasi di berbagai wilayah. Bersama PT ASDP Indonesia Ferry, panitia akan menggelar Festival UMKM dan Festival Musik di Bakauheni Harbour City pada 8 Agustus 2026.

Kolaborasi lainnya dilakukan melalui penyelenggaraan perlombaan dua nomor cabang olahraga triathlon di kawasan pantai Kabupaten Pesawaran. Sementara pada September 2026, rangkaian Festival Krakatau akan berlanjut dengan kegiatan fun run di kawasan wisata Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus.

Tony menegaskan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi pembeda utama Festival Krakatau ke-35 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan destinasi wisata di Provinsi Lampung.

“Berbagai kegiatan yang kami laksanakan tidak hanya festival dan lomba, tetapi juga olahraga, kegiatan di destinasi wisata, hingga kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Ini menjadi semangat baru Festival Krakatau 2026,” terangnya. (NR/N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *