PLN Metro Perkuat Listrik Masuk Sawah, Dorong Pertanian Modern

PLN Metro Perkuat Listrik Masuk Sawah, Dorong Pertanian Modern

METRO — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Metro dan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pelaksanaan program strategis pemerintah tahun 2026, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, Program Listrik Masuk Sawah, dan modernisasi sektor pertanian.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pengembangan pertanian. Dengan dukungan listrik yang andal, pemanfaatan teknologi dan mekanisasi di sektor pertanian diharapkan semakin optimal sehingga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Ir. Hermansyah, ke Kota Metro. Kunjungan itu disambut Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama jajaran Pemerintah Kota Metro. Manager PLN UP3 Metro Anas Febrian turut hadir untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Listrik Jadi Penopang Pertanian Modern

Ketersediaan listrik yang stabil menjadi salah satu kebutuhan penting dalam modernisasi pertanian. Energi listrik dapat digunakan untuk mengoperasikan pompa irigasi, alat dan mesin pertanian hingga berbagai teknologi yang mendukung efisiensi budidaya.

Di Kota Metro, pemanfaatan teknologi kelistrikan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan PMAAS (Pertanian Modern Agricultural Advanced System) sebagai salah satu upaya mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.

Manager PLN UP3 Metro Anas Febrian menegaskan kesiapan PLN untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur kelistrikan bagi sektor pertanian.

“PLN siap mendukung akselerasi eksekusi program pemerintah pusat dan daerah tahun 2026 melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal. Sinergi ini menjadi penting agar program Listrik Masuk Sawah dan modernisasi pertanian dapat segera diimplementasikan serta memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anas.

Produksi Padi Berpotensi 10-14 Ton per Hektare

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Ir. Hermansyah, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Metro dalam mempertahankan lahan sawah di tengah perkembangan wilayah perkotaan.

Menurutnya, keberadaan lahan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi pangan melalui intensifikasi dan pemanfaatan teknologi pertanian.

“Peningkatan produksi pertanian perlu didorong melalui intensifikasi, salah satunya dengan memastikan ketersediaan listrik di kawasan persawahan untuk mendukung pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian. Dengan penerapan sistem pertanian modern, produktivitas padi berpotensi mencapai 10 hingga 14 ton per hektare,” kata Hermansyah.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau UPT Balai Benih Utama Kota Metro di kawasan Landbouw serta area pertanian yang direncanakan menjadi lokasi percontohan atau demplot PMAAS.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus menyelaraskan kebutuhan pertanian dengan program pemerintah dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Metro Pertahankan 2.588 Hektare Sawah

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan Pemkot Metro terus mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Kota Metro saat ini memiliki sekitar 2.588 hektare lahan sawah. Dengan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, strategi intensifikasi dinilai menjadi pilihan untuk meningkatkan produksi tanpa harus memperluas area persawahan.

“Penguatan infrastruktur pendukung, termasuk kelistrikan, menjadi semakin strategis seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian. Karena itu, sinergi dengan PLN UP3 Metro menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan program pemerintah dan memastikan kebutuhan listrik dapat mendukung aktivitas pertanian serta meningkatkan produktivitas petani,” ujar Bambang.

Sinergi PLN UP3 Metro, Pemerintah Kota Metro, dan Kementerian Pertanian diharapkan mampu mempercepat implementasi Program Listrik Masuk Sawah sekaligus mendorong transformasi pertanian menjadi lebih modern, produktif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *