Gubernur Mirza Gandeng Kemendes PDT Perkuat Pembangunan Desa di Lampung

LAMPUNG Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mendorong pembangunan dan pengembangan potensi desa.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atau Mirza menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi Program Desaku Maju milik Pemprov Lampung dengan sejumlah program Kemendes PDT, termasuk pengembangan desa wisata, potensi unggulan desa hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Mirza mengatakan, banyak program Kemendes PDT yang memiliki peluang untuk diterapkan dan dikolaborasikan dengan desa-desa di Lampung.

“Ada banyak sekali program-program Kementerian Desa yang kami lihat akan dapat dikolaborasikan dengan desa-desa yang ada di Provinsi Lampung,” ujar Mirza saat dikonfirmasi, Kamis, (17/09/2026).

Menurut Mirza, pembangunan desa menjadi salah satu fokus Pemprov Lampung. Kolaborasi dengan pemerintah pusat diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan terintegrasi sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

“Kita tahu di era Presiden Prabowo fokus pembangunan ada di desa dan kita lihat saat ini ekonomi di desa sangat baik. Kami yakin berbagai program yang disampaikan tadi dapat dikolaborasikan dan dikembangkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di desa-desa,” ujarnya.

Salah satu potensi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan desa wisata. Pemprov Lampung ingin potensi wisata desa tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat setempat.

“Harapannya masyarakat yang di bawah itu merasakan manfaatnya, kami paparkan potensi yang kita punya agar Kementerian Desa mengerti pondasi kita,” sambungnya.

Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto mendorong desa-desa di Lampung mengembangkan konsep wisata secara terintegrasi. Menurutnya, potensi alam yang sudah tersedia perlu diperkuat dengan berbagai fasilitas dan produk pendukung.

“Untuk Lampung, desa wisata itu kan alamnya sudah ada, tetapi harus terintegrasi dengan makanan, tempat foto, akomodasi, wifi gratis, semuanya harus ditonjolkan agar orang tidak hanya datang sekali, tetapi juga bercerita kepada yang lain sehingga mengundang wisatawan lainnya,” ujar Yandri.

Pengembangan tersebut juga dapat dipadukan dengan produk unggulan masyarakat, termasuk hasil pertanian dan perkebunan. Dengan demikian, aktivitas wisata dapat ikut membuka pasar dan memberikan nilai tambah bagi produk lokal.

Konsep desa wisata terintegrasi itu juga menjadi bagian dari upaya pengembangan desa tematik dalam 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia.

Selain potensi ekonomi, pertemuan membahas peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa. Salah satu program yang disiapkan Kemendes PDT adalah memberikan kesempatan kepada pemuda desa untuk belajar sekaligus bekerja di Jepang.

Pemuda yang terpilih akan mendapatkan pelatihan sebelum diberangkatkan. Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia dan menerapkan pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh untuk mendukung pembangunan di daerah asal.

Yandri menekankan pelaksanaan berbagai program pembangunan desa membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, perangkat desa hingga masyarakat.

Melalui kolaborasi Program Desaku Maju dan program Kemendes PDT, pengembangan desa di Lampung akan diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal, peningkatan kualitas SDM serta penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *