
LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 289 titik panas (hotspot) yang tersebar di 11 kabupaten di Provinsi Lampung pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Kabupaten Tulang Bawang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 79 titik. Disusul Kabupaten Mesuji dengan 65 titik, Lampung Tengah sebanyak 56 titik, dan Lampung Timur dengan 45 titik.
Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung selama 24 jam, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas Provinsi Lampung yang diterbitkan BMKG, titik panas juga terdeteksi di sejumlah wilayah lainnya. Kabupaten Lampung Utara mencatat 13 titik, Tulang Bawang Barat 12 titik, Way Kanan 10 titik, dan Lampung Selatan lima titik.
Sementara itu, Kabupaten Pesisir Barat tercatat memiliki dua titik panas. Adapun Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus masing-masing terdeteksi satu titik.
Dari total 289 titik panas yang terpantau, sebanyak 247 titik masuk kategori tingkat kepercayaan sedang (medium), 30 titik berkategori rendah (low), dan 12 titik lainnya berkategori tinggi (high).
Meski demikian, keberadaan titik panas yang terdeteksi melalui satelit tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh lokasi tersebut.
Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terpantau melalui satelit. Oleh karena itu, verifikasi langsung di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan apakah titik yang terdeteksi merupakan lokasi kebakaran atau fenomena lainnya.
Selain memantau sebaran titik panas, BMKG juga melakukan analisis terhadap kawasan di sekitar sejumlah bandara di Lampung.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan titik panas dalam radius lima maupun 10 kilometer dari Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Gatot Soebroto, dan Bandara Taufiq Kiemas selama periode tersebut.
Namun, hasil pemantauan itu hanya menggambarkan sebaran titik panas berdasarkan data dan parameter yang digunakan. Kondisi tersebut tidak serta-merta memastikan seluruh kawasan di sekitar bandara terbebas dari potensi kebakaran.
Sebaran ratusan titik panas ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan jumlah titik terbanyak, yakni Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.
Verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah penanganan apabila ditemukan kebakaran hutan maupun lahan.
