5 Fakta Menarik Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy

LAMPUNG SEGALOW (28/3) –  Simon McMenemy menjadi perbincangan publik lantaran membawa tim nasional Indonesia meraih kemenangan 2-0 atas Myanmar pada laga persahabatan, Senin (25/3/2019).

Nama McMenemy sudah tidak asing bagi publik sepak bola Indonesia. Dia pernah menjadi musuh timnas Indonesia saat melatih Filipina pada 2010.

Saat itu, McMenemy membawa Filipina lolos ke semifinal Piala AFF 2010. Namun, langkah The Azkals (julukan timnas Filipina) terhenti setelah takluk dari timnas Indonesia.

Beberapa tahun kemudian, McMenemy mulai memasuki atmosfer sepak bola Indonesia. Dia ditunjuk sebagai pelatih Mitra Kukar pada 2011-2012.

Kini, McMenemy sudah mendapat kepercayaan menangani timnas Indonesia. Pada laga debut, pelatih asal Skotlandia itu sudah memberikan kemenangan untuk tim Garuda.

Ada beberapa fakta menarik mengenai Simon McMenemy. Berikut ini adalah fakta-fakta tersebut dilansir idntimes.com.

1. Lulusan Sarjana Ilmu Olahraga

Simon McMenemy tidak hanya mengantongi lisensi kepelatihan. Dia ternyata memiliki kemampuan dasar pada bidang olahraga.

McMenemy merupakan sarjana olahraga lulusan De Montford University, Inggris. Kemampuan dasar olahraga tersebut membantu perjalanan kariernya sebagai pelatih.

Dia dikenal sebagai pelatih cerdas. McMenemy memiliki banyak variasi formasi untuk timnya, seperti 4-4-2, 4-3-1-2, 4-1-4-1, hingga 3-4-3 yang kini dimainkan timnas Indonesia.

2. Melambungkan Nama Filipina

Filipina tidak dikenal sebagai kekuatan sepak bola di Asia Tenggara. Sebelum 2010, The Azkals tidak pernah sekalipun lolos ke semifinal Piala AFF.

Akan tetapi, impian itu akhirnya terwujud di tangan McMenemy. Dia membawa Filipina melaju hingga semifinal, meski akhirnya tersingkir di tangan timnas Indonesia.

3. Gelar di Klub

Prestasi McMenemy di level klub sebenarnya tidak terlalu menterang. Sejak menangani Filipina, McMenemy melatih klub Vietnam, Dong Tam Long An.

Tidak lama kemudian, dia menjadi pelatih Mitra Kukar dan lantas melanjutkan karier di Pelita Bandung Raya. Pada 2014, McMenemy mencoba peruntungan di klub Maladewa, New Radiant.

Setelah sempat kembali ke Filipina untuk melatih Loyola Meralco Sparks, McMenemy melanjutkan karier di Bhayangkara FC pada 2017. Tanpa diduga, McMenemy membawa Bhayangkara FC meraih gelar Liga 1 2017.

4. Gelar Individu

Prestasi McMenemy bersama Bhayangkara FC di Liga 1 2017 membuat namanya jadi perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Da mendapatkan penghargaan individu sebagai pelatih terbaik versi FourFourTwo pada tahun tersebut.

McMenemy dinilai mampu membawa tim yang tak diunggulkan bisa bersaing dan menumbangkan klub raksasa macam Persipura Jayapura, PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.

5. Pengorbit Pemain Muda

McMenemy juga dikenal sebagai pelatih yang sering mengandalkan pemain muda. Tak salah jika dia sering mengorbitkan pemain-pemain yang namanya masih belum dikenal.

Saat bersama Filipina misalnya, dia mampu mengorbitkan Younghusband bersaudara, Neil Etheridge, atau Simon Greatwich. Saat melatih di Indonesia, dia menelurkan pemain muda, seperti Awan Setho, Alsan Sanda, TM Ichsan, ataupun Sani Rizki Fauzi.

Selain itu, McMenemy mampu memadukan pemain senior dan junior di ruang ganti. Hal itu juga kemungkinan akan dia gunakan saat menangani timnas Indonesia.

(LS/RF)