Aspira Warning Jatiagung Jadi TPA

BANDARLAMPUNG,LAMPUNG SEGALOW (26/08)  – Ketua Umum Aspirasi Rakyat (Aspira) Lampung Ashari Hermansyah berharap Pemerintah Provinsi Lampung tak gegabah mengalihkan Jatiagung, Lampung Selatan, menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah menggantikan Bakung, Telukbetung Barat, Bandarlampung, tanpa ada survei dan penelitian mendalam.

 

“Mengingat akan muncul banyak dampak negatif bagi warga di sana. Seperti yang dirasakan warga Bakung, saat ini,” kata Ashari Hermansyah, Senin (26/8/2019).

 

Di antaranya, kualitas air sumur dan sungai tak layak konsumsi lantaran tercemar rembesan sampah, polusi udara berupa bau busuk dan asap pembakaran, sebaran penyakit menular oleh lalat, dan kualitas jalan yang gampang rusak lantaran dilalui puluhan truk per hari, hingga kemacetan yang disebabkan karenanya.

Meskipun ada efek positif dari pemindahan tersebut, tetapi tak sebanding dengan kesengsaraan yang bakal menimpa warga di sana. “Positifnya dari bidang pertanian, berupa penghasil pupuk kompos. Dan, tata ruang untuk energi terbarukan listrik. Bila sembrono hasilnya sangat tak sebanding dengan kerugiannya,” ujarnya mengingatkan.

 

Soal energi listrik terbarukan tersebut, akan memerlukan waktu yang sangat panjang dan investasi besar dengan tentunya menyedot hampir semua APBD Lampung. Diperkirakan menelan biaya Rp2 triliun.

 

Sementara pada sisi lain, pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya, politik, hingga keamanan, masih jauh dari kata cukup. “Artinya, ini memunculkan masalah baru sementara problem yang lama belum kelar,” tandasnya.

 

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan menyampaikan hal ini berikut hasil studi soal itu kepada pejabat dan instansi terkait. “Jangan sampai niat baik berdampak sebaliknya,” tutupnya.(rk/rf)