Arogan, Pengurus Masjid Baiturrahim Ancam Bongkar Paksa Tempat Kios Pedagang

BANDARLAMPUNG,LAMPUNG SEGALOW (28/1) – Pengurus Masjid Baiturrahim mengancam akan melakukan bongkar paksa tempat berdagang dipinggir jalan Pangeran Suhaimi arah Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera) tepatnya didepan area TPU perumahan Korpri Sukarame Bandarlampung. Alasan ancaman pembongkaran kios pedagang tersebut tak lain untuk mendirikan pagar masjid.

Puluhan pedagang di kawasan tersebut mengeluh. Pasalnya, tempat mereka mengais rezeki, diancam akan di bongkar paksa oleh pengurus Masjid Baiturrahim.

Saat ditemui wartawan di lokasi, menurut keterangan salah satu pedagang, M. Yani. Pada hari sabtu, (25/01) pagi sekitar pukul 09.00 BBWI, pengurus Masjid yang berjumlah 20 orang telah mendatangi tempat mereka berdagang dan membongkar MCK serta menutup sumur bor yang dibangun oleh para pedagang tersebut.

“Selain membongkar MCK. Mereka (pengurus masjid.red) juga telah membongkar sebagian pagar pemakaman tepat dibelakang warung kami dan juga mereka merobohkan tower penampungan air tanpa kompromi dan terkesan Arogan”, katanya.

Lanjut Yani, tindakan mereka, kami anggap tidak mengedepankan hati nurani, bagaimana tidak. Kami berdagang ditempat ini, dengan modal kecil dan sebagian dapat kami pinjam. Kami bukan mau cari kaya tapi hanya niat berusaha yang halal untuk menafkahi keluarga kami.

” Kalau ini mau di pakai pemerintah untuk pelebaran jalan kami monggo, tapi kalau hanya untuk membuat pagar dan gapura makam yang sebelumnya sudah didirikan oleh pemerintah kota dibawah kepimpinan Edi Sutrisno, tentunya ini sangat disayangkan mending dananya di alokasikan ke yang lain, “ujarnya

Seminggu sebelumnya, pengurus Masjid Baiturrahim telah bersurat yang ditanda tangani langsung oleh Ketua, Sekretaris Masjid serta diketahui oleh Lurah setempat.

Dalam surat tersebut, ujar salah satu pedagang lainnya, Abu bakar (69). Pengurus Masjid meminta kepada kami, untuk segera mengosongkan lokasi tempat kami berjualan, apabila dalam kurun waktu yang telah mereka tentukan, pihak kami pedagang belum juga membongkar, maka TIM bentukan mereka akan membongkar secara paksa. Ungkap Abu sambil menunjukkan surat tersebut kepada wartawan.

“Kami berdagang disini hanya sementara, dan kami anggap tidak mengganggu. Baik lalu-lintas, tempat parkir para peziarah, bersih dari sampah, karena itu sudah menjadi komitmen kami yang berdagang disini”, imbuhnya.

Sementara itu, wibowo penjaga makam Korpri Jaya juga menyayangkan pembongkaran pagar makam yang di lakukan secara paksa oleh pengurus masjid Baiturrahim.

” Saya sangat menyayangkan pembongkaran ini. Kenapa di bongkar? tembok ini masih kokoh dan bagus. mengapa harus di bangun bangunan baru lagi, lebih baik dana itu untuk yang lainnya, ” terangnya.

Ia menjelaskan sebelum pembongkaran ia mendapatkan kabar bahwa hari sabtu akan ada bersih-bersih di area pemakaman.

” Saya dapat informasi bahwa hari sabtu akan ada bersih-bersih dan gotong royong. Tapi kenyataannya pagar makam di bongkar, dan pada saat kejadian saya tidak ada ditempat,” terangnya. (din/rf)