BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW- Seorang oknum TNI di duga terlibat dalam kasus penembakan supir taksi online di depan kantor BPJS Raja basa.Dugaan ini diperkuat dengan turunnya anggota Polisi Militer Angkatan Darat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) penembakan taksi online bernama Kurnalis Asmarantaka, Senin (21/3/2021) .
Tak hanya itu, anggota POM AD juga terlihat berada di Rumah Sakit Medika Natar tempat korban dirawat. Selain itu, polisi juga menemukan selongsong peluru di duga berasal dari senjata laras panjang SS1.
Diketahui, sopir taksi online bernama Kurnalis Asmarantaka menjadi korban penembakan di depan kantor BPJS Raja basa, Sabtu (20/3/21) pagi.
Kurnalis awalnya menjemput penumpang di depan kantor BPJS Bandar Lampung, Rajabasa. Penumpang tersebut diketahui berpakaian semi militer sambil membawa senjata api laras panjang.
Penumpang tersebut minta diantar ke daerah di Natar, Lampung Selatan. Sampai di tengah jalan, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api.
Kurnalis kaget saat melihat tubuhnya sudah berlumur darah. Ternyata peluru menembus leher hingga mengenai pintu depan mobil Toyota Agya warna hitam yang ia kendarai.
Tertembak membuat Kurnalis oleng saat mengendarai mobil. Saat bersamaan, ada seorang polisi yang diketahui Kapolsek melihat mobil berjalan oleng.
Kapolsek ini memberhentikan mobil tersebut. Ternyata di dalamnya ada seorang sopir yang berdarah dan seorang penumpang. Penumpang tersebut lalu minta diantar ke sebuah tempat.
Kapolsek ini lalu membawa penumpang itu ke tempat yang dituju. Begitu tiba di dekat Markas Yonif TWEJ Natar, penumpang tersebut melompat dari mobil dan melarikan diri.
Saat di konfirmasi perihal adanya dugaan keterlibatan oknum TNI, kepala satuan Kriminal Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana mengatakan bahwasanya dari hasil penyelidikan awal dan hasil koordinasi kami dari Denpom bahwasanya pelaku adalah salah satu oknum dari anggota TNI aktif.
” Oleh karenanya dari koordinasi awal kami sampaikan koordinasi dengan Denpom, berikut juga kemarin ada rilis resmi dari penerangan Korem menyatakan memang ada keterlibatan dari salah satu oknum anggota TNI aktif,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perkara ini sudah diserahkan dan limpahkan ke Sub Denpom Lampung setelah kita koordinasi, barang bukti dan berkas sudah kita serahkan.
” Barang bukti yang kita dapat kemarin yakni satu buah mobil Toyota Agya, ada baju dari korban, satu selongsong peluru, dan handphone milik korban,” ungkapnya.
Menurut Resky, dirinya belum bisa memastikan motif penembakan itu terkait begal atau bukan dan pihaknya belum terlalu mendalami ada keterlibatan warga sipil atau tidak.
” Sampai sejauh ini belum kita dapatkan, nanti yang lebih mendalami karena ini ada kitanya dengan rekan kami yang merupakan anggota TNI aktif makanya nanti ada pernyataan resmi dari pihak Denpom. Dan kita belum sampai sejauh itu, 1×24 jam kemarin untuk mengarah penyelidikan awal terduga pelaku. Dan pengakuan korban, korban tidak mengenal pelaku dan pelaku adalah konsumen orderan dari taksi online,” jelasnya. (Din/RF)
