
LAMPUNG – Empat kali gempa bumi tercatat mengguncang wilayah perairan dan daratan sekitar Lampung pada Jumat (16/10/2026) dini hari hingga pagi. Tiga gempa terjadi di wilayah Tanggamus, sedangkan satu gempa lainnya berpusat di selatan Pesisir Barat.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa di Tanggamus tercatat memiliki magnitudo 1,4 hingga 1,5. Sementara itu, gempa di selatan Pesisir Barat memiliki magnitudo 2,9. Meski terjadi dalam rentang waktu berdekatan, BMKG menyatakan rangkaian gempa di kedua wilayah tersebut tidak saling berhubungan karena memiliki sumber gempa yang berbeda
Forecaster On Duty BMKG Lampung, Pebri, menjelaskan bahwa kedekatan waktu kejadian tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan antara gempa di Tanggamus dan Pesisir Barat.
“Gempa di Tanggamus dan Pesisir Barat tidak berhubungan karena memiliki sumber yang berbeda,” ujar Pebri.
Berdasarkan data BMKG, gempa pertama di Tanggamus tercatat pada pukul 02.39.03 WIB dengan magnitudo 1,4. Pusat gempa berada pada koordinat 5,40 derajat Lintang Selatan dan 104,60 derajat Bujur Timur, atau sekitar 13 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 13 kilometer.
Gempa kedua terjadi pada pukul 04.03.55 WIB dengan magnitudo 1,5. Lokasinya berada di sekitar titik yang sama, yakni 13 kilometer barat laut Tanggamus, tetapi dengan kedalaman satu kilometer. Selang sekitar empat menit, gempa ketiga kembali tercatat pada pukul 04.07.33 WIB dengan magnitudo 1,5. Pusat gempa berada pada koordinat 5,39 derajat Lintang Selatan dan 104,63 derajat Bujur Timur, atau sekitar 12 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman tiga kilometer. Tiga kejadian tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan berulang di sekitar wilayah yang berdekatan. Namun, data awal tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab terjadinya rangkaian gempa tersebut.
Selain di Tanggamus, BMKG mencatat gempa bermagnitudo 2,9 pada pukul 04.20.59 WIB. Gempa tersebut berpusat di koordinat 6,38 derajat Lintang Selatan dan 103,77 derajat Bujur Timur, atau sekitar 133 kilometer selatan Pesisir Barat, dengan kedalaman 17 kilometer.
Pebri menegaskan, gempa di selatan Pesisir Barat tersebut memiliki sumber berbeda dari tiga gempa yang tercatat di Tanggamus.
“Walaupun terjadi pada waktu yang berdekatan, kedua wilayah tersebut memiliki sumber gempa yang berbeda sehingga tidak dapat langsung dikaitkan sebagai satu rangkaian kejadian,” katanya.
Hingga informasi ini disusun, tidak ada laporan kepanikan warga maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengutamakan informasi resmi dari BMKG apabila terjadi aktivitas gempa susulan atau muncul kabar yang meresahkan. “Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” ujar Pebri. BMKG juga mengingatkan bahwa informasi gempa yang disampaikan secara cepat masih dapat mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya data dan proses pemutakhiran hasil analisis.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi serta tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG. Data magnitudo, waktu, koordinat, dan kedalaman di atas merupakan informasi awal BMKG yang masih dapat diperbarui. Belum adanya laporan kepanikan atau kerusakan merujuk pada informasi yang tersedia saat berita disusun. (NR/N)
