Pendatang Positif Covid19 di Posko Perbatasan

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Walikota Kota Bandarlampung, Eva Dwiana melakukan inspeksi mendadak di posko perbatasan Sukarame. Dalam sidak itu, Eva menyuruh petugas piket di posko Covid 19 yang berjaga untuk menghentikan laju kendaraan yang berasal dari luar kota dan langsung meminta petugas untuk melakukan Swab Antigen, Rabu (7/7).

Swab Antigen dilakukan terhadap 34 pendatang yang menggunakan 6 unit travel roda empat (R4) dengan hasil 29 orang negatif dan 5 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid 19. Dan 5 orang tersebut terdiri dari 3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan dengan arah perjalanan menuju Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.

Eva membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan dengan adanya penyekatan seperti ini. Pemerintah Kota Bandarlampung menyiapkan dokter dan swab antigen.

“Khusus Kecamatan Sukarame arah ke Bakauheni ada beberapa orang yang positif dan akan langsung kita isolasi ke rumah sakit UNILA. Kita tidak akan pernah berhenti dari daerah lain yang datang ke Kota Bandarlampung, kalau mereka negatif perjalanan mereka boleh diteruskan, namun jika reaktif maka akan kita rawat dahulu di rumah sakit untuk isolasi mandiri,” tegasnya.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli. Ia mengatakan ke 5 orang yang reaktif tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit.

“Kita bawa ke Unila, disana tempat tidurnya ada 26 dan sudah terisi 16, berarti masih sisa 10 dan ini masih bisa menampung 5 orang yang reaktif ini. Nanti kita koordinasikan ke pihak kabupaten lainnya, seperti Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran, supaya mereka dijemput oleh dinas kesehatan masing-masing, jadi sementara di isolasi dahulu di rumah sakit,” terangnya.

Menurut dia, pelaksanaan pemeriksaan swab antigen di posko penyekatan perbatasan ini akan dilakukan selama 24 jam.

“Tidak ada batasan, kita buka sampai 24 jam. Tim kita sudah siap. Sebenarnya tadi satu posko cukup satu puskeskel, namun kelihatannya kurang jadi kita tambah,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penumpang travel, Parlan mengatakan sebelumnya sudah mengetahui jika ada penyekatan di Kota Bandarlampung bagi masyarakat yang datang dari luar kota.

“Saya tahu, dan gak terlalu kaget soalnya kita bisa nebak kalau ada tes kesehatan seperti Swab Antigen seperti ini. Ini malah bagus, jadi perjalanan lebih aman. Kalau saya sendiri ada surat vaksin dan surat hasil Swab Antigen, namun karena semalem ketahan di Merak akhirnya masa berlaku (hasil Swab)nya lewat,” jelasnya. (Din/AA)