BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, tinjau langsung pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 2 Rawa Laut, SMPN 1, SMPN 9, SMPN 2. Senin (13/9).
Eva menghimbau kepada para murid untuk pembelajaran pertama ini tetap santai dan setelah pulang sekolah untuk langsung bersih-bersih sebelum melakukan kegiatan selanjutnya.
“Untuk pembelajaran pertama ini jangan tegang dan jangan setres. Kalian juga harus mandi, walaupun belum waktunya mandi, mandi bersih-bersih baru megang yang lain,” kata dia.
Dengan itu, Kepala Sekolah SMPN 2, Badrun mengatakan, bagi sekolah yang ingin menyelenggarakan simulasi PTM ini benar-benar harus mematuhi protokol kesehatan dan 5M.
“Kalau minggu pertama ini bagus, nanti dievaluasi. Tadi bunda sudah koordinasikan dengan saya, bahwa nanti hari Jum’at kita akan evaluasi untuk menentukan pekan berikutnya, apakah ingin bertambah atau bagaimana?,” ujar dia.
Ia juga mengatakan, semua sekolah di Kota Bandarlampung sebenarnya sudah siap untuk menerapkan simulasi PTM terbatas khusus kelas 9. Karena anak-anak kelas 9 ini sudah divaksin oleh Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat.
“Jadi untuk kelas 9 InsyaAllah semua SMP baik negeri maupun swasta itu sudah siap, hanya saja menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, makanya yang pertama ini baru 28 SMP dan 1 MTs, sementara kelas 7 dan 8 masih online,” terang dia.
“Kalau kelas 8 sudah divaksin, berlangsung juga akan simulasi tatap muka. Untuk kelas 8 begitu juga dengan kelas 7 dilakukan secara bertahap,” tambah dia.
Untuk SMPN 2, dari jumlah siswa kelas 9 ada 93,5% orangtua mengizinkan simulasi tatap muka dan 6,5% orangtua yang belum mengizinkan.
“SMPN 2 Bandarlampung juga masih memfasilitasi kelas 9 untuk belajar daring, bagi orgtua yang belum mengizinkan tatap muka,” jelas dia.
Bersamaan, salah satu murid kelas 9 SMPN 2, Bagas mengungkapkan, ia nyaman dengan pembelajaran offline maupun online.
“Harapannya semoga Corona cepat berakhir, kalau daring lebih enak dan santai, kalau offline bisa dijelaskan langsung oleh guru dan bertemu dengan teman-teman,” ucap dia. (TSF/AA)
