LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Ibu menyusui biasanya akan merasa bila merasa produksi ASI-nya sedang seret. Ya Moms, ASI seret biasanya ditandai dengan berkurangnya frekuensi kencing atau buang air besar pada bayi, dan berat badan bayi tidak kunjung naik.
Moms, bila sedang mengalami kondisi itu, coba lah untuk tidak panik. Sebab, rasa panik atau cemas berlebihan justru bisa membuat produksi ASI makin seret. Oleh sebab itu, lebih baik coba lakukan beberapa hal ini untuk mengatasi ASI seret.
5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi ASI Seret
- Skin to skin contact
Jika ASI seret, coba lakukan skin to skin contact dengan bayi, sebelum dan selama menyusui untuk merangsang hormon oksitosin–hormon yang membuat ASI mengalir. Skin to skin contact ini berarti meletakkan bayi di perut atau dada, dengan kulit saling bersentuhan, Moms. - Sering menyusui bayi
Sering menyusui bayi juga dapat membantu mengatasi ASI seret. Seperti dikutip dari University Hospitals, bayi baru lahir perlu disusui setiap 2 jam di siang hari dan setiap 3 hingga 4 jam di malam hari, setidaknya 8 hingga 16 kali menyusui dalam 24 jam.
Ya Moms, semakin sering menyusui, maka tubuh pun bisa memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. - Pompa payudara
Jika bayi sedang tidak mau menyusu, Anda bisa memompa ASI untuk mengosongkan payudara, sehingga tubuh bisa kembali memproduksi ASI. Bisa juga memompa setelah menyusui, agar memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI. - Istirahat
Menurut Ahli Laktasi, Kelly Bonyata, BS, IBCLC, dalam tulisannya di Kellymom, jika ASI seret, maka tandanya ibu perlu istirahat yang cukup. Jadi, cobalah untuk ikut istirahat saat bayi tidur, kemudian rileks dan usahakan minum lebih banyak air putih. Jangan lupa juga untuk makan makanan dengan gizi seimbang. - Datang ke ahli laktasi
Jika ASI masih seret padahal Anda sudah melakukan banyak cara, jangan ragu untuk datang ke konsultan atau konselor menyusui. Mereka akan menilai apakah suplai ASI Anda benar-benar seret atau tidak. Kemudian, akan mengajarkan cara pelekatan dan posisi menyusu yang tepat. Sebab, pelekatan dan posisi yang salah bisa membuat bayi tidak bisa menyusu dengan benar dan ASI pun jadi seret. (Ist/Zasr/AA)
