BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Miris, gedung baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 41 Bandarlampung tak memiliki fasilitas meja dan bangku. Alhasil sejumlah siswa kelas 7 terpaksa harus belajar lesehan. Kamis (17/10)
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 41 Bandarlampung, Daryanto Hery menjelaskan, pengerjaan proyek gedung baru telah rampung sejak tahun 2021 lalu. sarana dan prasarana penunjang belum sepenuhnya difasilitasi Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung.
“Kalau untuk keterbatasan aset kursi dan meja memang dari awal pembangunan mba, karena kan ini kita tanahnya bagi dua dengan SDN 1 Karang Maritim, kursi pun dibagi,” ungkap dia saat ditemui di ruang kerjanya.
Alhasil, pihak sekolah hanya menggunakan sejumlah kursi kondangan dengan memakai anggaran dan proposal yang ada.
“Ada anggaran sedikit kita tambah, ada proposal baru kita tambah. Jadi tetap kita berusaha agar pembelajaran normal seperti yang kita harapkan. Sekarang kita juga usaha dengan memakai kursi kondangan, tapi yah namanya anak anak ya kadang enak kalau lesehan gitu,” kata dia.
Menurut dia, para orang tua/wali murid telah menyetujui proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti itu.
“Sebelum kita melaksanakan pembelajaran offline, saya perkenalan dengan orang tua murid, mereka setuju bahkan berterimakasih kepada pihak sekolah meskipun keadaan kelas apa adanya. Makasih ya pak atas perhatiannya, semoga segera (ada kursi dan meja), nah itu lah yang membuat saya semakin berusaha,” papar dia.
Daryanto mengatakan, pihaknya sudah mengisi aset kursi dan meja untuk 3 kelas dan laboratorium.
“Kalau untuk saat ini, memang hanya ada 7 ruangan untuk kelas 7 yang tidak memiliki fasilitas tersebut,” tutur dia.
Dengan itu, Daryanto berharap agar masyarakat pun terus peduli dengan dunia pendidikan terutama bagi sekolah yang membutuhkan perhatian khusus. (TSF/AA)
