Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Anada Kavoena Cleoputri, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Unila angkatan 2023, berhasil meraih gelar 2nd Runner Up (RU) Muli Lampung 2026 dalam ajang Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah melalui berbagai inovasi dan karya kreatif.
Bagi Anada, keberhasilannya meraih posisi 2nd Runner Up merupakan hasil dari persiapan yang matang serta kesungguhan dalam menjalani setiap tahapan kompetisi.
“Semua tahapan memiliki tantangan yang sama beratnya. Pemilihan Muli Mekhanai bukan sekadar ajang kompetisi biasa, sehingga setiap proses saya jalani dengan serius dan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurut Anada, ajang Muli Mekhanai tidak hanya menilai penampilan fisik, tetapi juga menitikberatkan pada wawasan, kecerdasan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap budaya dan pembangunan daerah.
Sebagai representasi generasi muda Lampung, Anada memiliki visi untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui karya seni. Berbekal kecintaannya terhadap musik, ia menggagas program advokasi bertajuk “Nada Lampung”.
Melalui program tersebut, Anada tengah mengembangkan sebuah lagu khusus yang didedikasikan untuk Provinsi Lampung. Lagu tersebut akan mengangkat nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal Lampung yang dikemas dalam medium musik yang mudah diterima berbagai kalangan.
“Lewat musik, saya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap adat dan budaya Lampung. Saya ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah,” jelasnya.
Meski mengakui proses penciptaan lagu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam merangkai lirik yang mampu merepresentasikan budaya Lampung secara tepat, Anada optimistis karya tersebut akan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya daerah.
Perjalanan pengembangan program “Nada Lampung” juga aktif dibagikannya melalui media sosial sebagai sarana edukasi sekaligus promosi budaya kepada masyarakat luas.
Tak hanya berprestasi di bidang non-akademik, Anada juga menunjukkan komitmen kuat dalam dunia pendidikan. Saat ini, ia telah berhasil menyelesaikan tahapan seminar proposal skripsi pada semester enam.
Dukungan dari sivitas akademika Fakultas Hukum Unila menjadi salah satu faktor penting yang mendorong semangatnya selama mengikuti kompetisi. Bahkan sejumlah dosen FH Unila turut hadir memberikan dukungan langsung pada malam Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Lampung 2026.
“Saya merasa sangat didukung oleh kampus. Dukungan itu menjadi tanggung jawab bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik. Menurut saya, mahasiswa berdampak adalah mahasiswa yang mampu menginspirasi melalui karya dan kontribusinya kepada masyarakat,” ungkap Anada.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus melanjutkan advokasi “Nada Lampung” sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi Provinsi Lampung, bahkan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
Anada juga memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa dan generasi muda yang masih ragu dalam mengejar cita-cita mereka.
“Keraguan pasti selalu ada, tetapi jangan biarkan keraguan menghentikan langkah kita. Percayalah setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan membawa hasil yang baik pula. Dari Sai Bumi Ruwa Jurai, bersatu dalam karya, menginspirasi selamanya,” tuturnya.
Keberhasilan Anada menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung mampu berprestasi sekaligus menjadi agen pelestarian budaya melalui inovasi dan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.
