LAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (19/1) – Mantan juara kelas bantam One Pride Pro Never Quit, Fajar Camacho mengaku begitu berat melepaskan sabuknya. Fajar merasa sedikit tak rela, untuk melepas gelar juara tanpa bertarung mempertahankan sabuknya.
Sabuk juara Fajar terpaksa dicabut oleh One Pride. Itu karena, Fajar tak melakoni mandatory fight selama sembilan bulan.
Fajar sebenarnya harus berduel melawan Achmad Eko Priandono. Namun, laga itu tak kunjung terlaksana.
Ada anggapan, Fajar menghindari Eko, karena berasal dari satu sasana. Namun, anggapan itu ditampiknya.
Dijelaskan Fajar, keinginannya berlaga di SEA Games 2019, menjadi penyebab mengapa harus merelakan sabuk juara kelas bantam melayang. Fajar memang sangat ingin masuk ke Timnas sambo Indonesia untuk SEA Games 2019, Filipina.
“Ada kesempatan buat saya, main di SEA Games dan PON. Saya harus memilih. Karena, tak ingin kesempatan itu hilang, akhirnya saya memilih fokus di amatir,” kata Fajar.
“Tentu sangat berat (melepas sabuk), karena belum membuktikan kualitas saya sebagai juara. Saya belum jadi juara sejati. Itu yang ingin saya buktikan,” lanjutnya. (asp) (LS/RF)
