Saat itu, Liverpool berada di puncak klasemen dengan nilai 70, hanya unggul satu angka atas Manchester City dan Gerrard mempunyai harapan tinggi untuk mengantar klub yang dibelanya sejak masih anak-anak itu bisa mengakhiri musim kemarau juara selama 29 tahun.
“Luka itu selalu menganga sejak peristiwa itu. Saya tidak yakin luka itu akan tertutup karena saya tidak bisa mengubah pengalaman tersebut,” kata Gerrard yang meninggalkan Liverpool pada 2015 setelah 17 tahun bersama klub yang dikenal dengan julukan Merseyside itu.
Gerrard memuji Klopp yang telah membuat Liverpool tampil sebagai calon kuat juara dan menurutnya, tim harus tetap bangga meski nantinya kembali kalah dari Manchester City dalam perebutan trofi juara. (LS/RF)
