Risiko Pola Makan Terhadap Penyakit Jantung Di Provinsi Lampung

Ist.

 

BANDARLAMPUNG LAMPUNGSEGALOW — Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia. Perubahan gaya hidup seperti pola makan yang menjurus ke sajian siap santap yang tidak sehat dan tidak seimbang karena mengandung kalori, lemak, protein, dan garam tinggi tapi rendah serat pangan disinyalir menjadi faktor risiko meningkatnya prevalensi penyakit jantung.

Berangkat dari hal tersebut Reni Zuraida membuat penelitian pada tahun 2011 yang bertujuan untuk menganalisis faktor risiko pola makan dan hubungannya dengan penyakit jantung pada pria dan wanita dewasa khususnya di Provinsi Lampung.

Penelitian ini menggunakan disain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menganalisis  faktor risiko pola makan yang berhubungan dengan penyakit jantung antara lain kebiasaan konsumsi sayur dan buah, kebiasaan konsumsi makanan berlemak, kebiasaan makanan asin, kebiasaan konsumsi alkohol pada pria dan wanita dewasa di Provinsi Lampung.

Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari data Riset Kesehatan Dasar 2007 Provinsi Lampung oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Indonesia.

Selama penelitian berlangsung terdapat analisa data prevalensi penyakit jantung pada pria dan wanita dewasa di Provinsi Lampung adalah 3,8 %. Terdapat hubungan antara konsumsi makanan asin dengan penyakit jantung (OR=1,17). Tidak terdapat hubungan antara riwayat konsumsi alkohol dalam 12 bulan terakhir dengan penyakit jantung (p=0,226). Didapatkan konsumsi sayur dan buah merupakan faktor protektif terhadap penyakit jantung (OR=0,83).

Dan kesimpulan dari penelitiannya penderita jantung Provinsi Lampung harus memperhatikan pola makan meliputi mengurangi konsumsi makanan asin dan harus meningkatkan konsumsi sayur dan buah. (ul/an)