LAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (15/1) – Maskapai penerbangan nasional memberikan ‘tips and tricks’ cara memesan tiket pesawat agar tidak terlampau mahal.
Hal itu kompak disampaikan perusahaan penerbangan Indonesia. Direktur Lion Air Rudy Lumingkewas menegaskan, peningkatan harga tiket pesawat bisa terjadi akibat memesan mendadak pada hari H.

Tiket pesawat
Walhasil, cara tersebut yang akhirnya membuat harga tiket pesawat tidak sesuai harapan para konsumen. Lion Air selalu mengalokasikan 10-15 persen dari kuota seluruh kursi rute penerbangan untuk harga tiket.
“Bookingnya jangan last minute. Ini perlu disampaikan, kami menyarankan tetap harus jauh-jauh hari, karena prinsipnya kami mengikuti supply dan demand,” kata Rudy.
Maskapai lainnya sependapat. Direktur Sriwijaya Air Joseph mengatakan, aturan membeli tiket jauh-jauh hari merupakan cara jitu mendapat harga tiket terbaik.
“Meneruskan pendapat Lion Air Group, kami juga memberikan saran yang sama agar pemesanan tiket paling bagus satu bulan sebelumnya jadwal berangkat,” paparnya.
Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA) menurunkan harga tiket menyusul banyaknya keluhan konsumen.
Hal itu disampaikan Ketua Umum (INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra saat konferensi pers terkait penerapan tarif batas atas dan tarif batas bawah.
“Walaupun di tengah kesulitan maskapai, tapi kami mendengar keluhan masyarakat. Kami berdiskusi sejak Jumat (11/1/2019) untuk komitmen positif menurunkan harga tiket,” kata Ari, sapaanya, di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (13/1/2019).
Ia menjelaskan, penurunan harga tiket ini berdasarkan supply dan demand pasar, ada pun penurunan tarif tidak termasuk Passenger Service Charge (PSC) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
INACA menyebut maskapai penerbangan selama ini tidak pernah melanggar regulasi yang berlaku soal tarif batas atas. (ls/rf)
