LAMPUNG SEGALOW (11/2) – Buah cempedak sekilas memang sama dengan buah nangka karena memang sama-sama berada dalam famili Moraceae. Jadi tidak heran kalau keduanya memiliki bentuk dan wujud yang nyaris serupa, yaitu berduri kecil, berwarna hijau dan bagian dagingnya berwarna kuning seperti kunyit dan memiliki rasa yang manis sekali.
Aroma buah cempedak dan nangka memang sama–sama kuat, namun buah cempedak lebih kuat aromanya. Karena terlalu kuat aroma cempedak, banyak yang mengatakan bahwa aroma buah cempedak hampir sama dengan buah durian.
Buah ini umumnya disukai banyak orang karena rasanya yang manis dan aromanya yang kuat, membuat buah ini memiliki ciri khas. Selain rasanya nikmat, cempedak diyakini memiliki segudang manfaat kesehatan, di antaranya dapat menurunkan kadar kolesterol, stroke, meredakan tumor, baik untuk mata dan bagus untuk lambung dan pencernaan, Soal manfaat itu, benarkah?
Lewat acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Kamis, 7 Februari 2019, Spesialis Gizi Klinis, dr Ida Gunawan, SpGK menjelaskan lebih jauh seputar mitos dan fakta tentang cempedak.
Baik untuk kesehatan mata
Diakui dr Ida, ini merupakan fakta. Karena warna kuning dari cempedak kaya akan antioksidan, mengandung betakaroten yang bisa diubah menjadi vitamin A, jadi baik untuk menjaga kesehatan mata.
Mengobati malaria
Ini mitos. Perlu diketahui, di daerah tropis beragam tumbuhan bisa hidup dengan subur. Salah satunya, pohon cempedak.
“Dulu, sering dipakai cempedak untuk mengobatai penyakit yang diduga malaria. Sering dipakai untuk menurunkan panas, tapi penelitiannya belum ada,” kata dr Ida.
Cempedak lebih baik dimakan langsung
Fakta. Cempedak merupakan bagian dari golongan buah-buahan, sehingga sebaiknya cempedak dimakan dalam keadaan utuh dan segar.
“Tak perlu diolah menjadi masakan, karena vitamin dan mineral juga zat-zat aktif jika dimasak, kandungannya berkurang,” ujar dia. (ls/rf)
