LAMPUNG BARAT, LAMPUNG SEGALOW (28/2) – Satu keluarga Berjumlah 7 Orang yang berasal dari Provinsi Jambi atau sering dikenal dengan Suku Anak Dalam (SAD) Rabu Sore (27/2/2019) berada di Lingkungan Simpang Serdang Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Dengan mendirikan sebuah tenda sederhana beralaskan tikar, satu keluarga itu mengaku telah berada di beberapa kecamatan di Lambar seperti di Tanjung Raya Kecamatan Sukau, Kecamatan Lumbok Seminung.

Mereka mengaku hidup dengan berpindah-pindah tempat dan menjual obat-obatan tradisional seperti obat, darah tinggi, rematik, asma dan Gatal Gatal.
Mereka mengaku satu keluarga terdiri dari dua anak laki-laki yang masih berumur 5-6 tahun, dua Pria dewasa, sepasang suami istri dan satu orang wanita.
Salah satu suku anak dalam bapak Grenjeng saat diwawancarai mengatakan, Tujuh bulan yang lalu mereka sekeluarga meninggalkan kampung halaman dan kemarin sampailah di Kabupaten Lampung Barat-Liwa.

Dengan cara menjual obat kepada warga yang percaya, mereka mendapatkan imbalan lalu ditukarkan makanan untuk dikomsumsi “Kami hidup berpindah pindah dan untuk kelangsungan hidup kami menjual obat-obat tradisional,” kata Grenjeng.
Kami sudah lama melakukan pengobatan seperti ini, “ini semua sudah turun menurun dari nenek moyang kami, pengobatan seperti ini bagi yang percaya saja yang tidak ya tidak apa-apa.” Ungkapnya sambil memperlihatkan ramuan tradisional.

Grenjeng mengakui telah didatangi pihak perangkat desa dan Bapak bapak seperti polisi (Sat Pol PP) setempat dan kedatangan keluarganya sudah diizinkan oleh perangkat desa setempat selama tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan.
“Kami sudah minta izin dengan aparat pekon dan aparat setempat, kami tinggal disini hanya sementara dan pada waktunya kami akan pindah lagi ke tempat lain,” ucapnya.
Dia juga mengakui keluarga tersebut saat mendatangi daerah-daerah yang di tuju dengan berjalan kaki melintasi hutan dan perkampungan. “Kami pindah dari atu tempat ke tempat yang lain hanya berjalan kaki,” Tambah Grenjeng. (DA/RF)
