Kepala Disparbub Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menyebut akan mendorong warga Desa Sekarpuro untuk menjadikan tempat tersebut tempat wisata yang dapat dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

“Karena lokasinya (Situs Sekaran) bagus. Di sana ada (peninggalan) budaya, dan juga sumber air. Itu sudah cocok jadi salah satu syarat sebagai tempat wisata,” ujar Made.

Made menyebut masyarakat terlihat antusias dengan adanya temuan situs purba yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singosari tersebut.

“Kalau masyarakat semangat, ayo! Pastikan dulu dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya), pastikan dulu dengan Jasamarga. Berapa luasnya, batas-batasnya mana. Nanti saya bantu juga dari akademisi. Siapapun yang memiliki x27;grand designx27;, seperti apa desain kita, baru kita bicarakan yang lain. Kemudian menunggu masyarakat siap untuk wisata. Kalau ayo, ya ayo. Situs itu kan sudah jadi pemicu. Dan hal itu sudah satu lokasi yang sebenarnya sudah bisa kita jual,” ujar Made.

Lebih lanjut, Made menuturkan rest area di jalur keluar tol Malang Pandaan tersebut juga memiliki banyak potensi.

“Sudah ada gambaran kalau jadi ikon yang bisa melihat gunung-gunung. Dari sana terlihat Gunung Kawi, Gunung Bromo, Gunung Semeru. Itu bagus. Tergantung kita menantanya. Konturnya juga bagus. Ada yang di atas, ada yang di bawah. Pokoknya keren,” ujarnya.

Menurutnya, jika memang terealisasi, maka rest area berbasis situs purba di Situs Purba Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tersebut bakal menjadi yang pertama di Indonesia. Bahkan mungkin satu-satunya.

“Masuk ke sana, kan sudah nyaman. Mau makan, lihat situs, berenang, itu bagus banget. Jadi ini mungkin bakal jadi rest area berbasis budaya nasional yang pertama,” ujar Made.