Bonus Insentif Dipotong 50%, Ribuan Ojol Lakukan Demonstrasi

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (05/09) – Menyikapi kebijakan baru pemotongan insentif pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya, ribuan driver ojek online Lampung melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Go-Jek Jalan Wolter Monginsidi No.177, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis (5/9/2019).

 

Aksi tersebut sempat memblokir arus lalu lintas di jalan setempat. Sebelumnya, aksi bermula di tugu Adi pura sekitar pukul 09.00 Wib, kemudian massa beralih ke kantor Go-Jek yang dikawal oleh kepolisian setempat sekitar pukul 12.00 Wib.

 

Menurut Koordinator aksi sekaligus presedium gedor Lampung, Miftahul Huda, aksi driver ojek online ini sebagai bentuk penolakan terhadap skema tarif baru yang dikeluarkan PT Go-Jek Indonesia dengan menambah poin, namun bonus yang diterima pengemudi turun dari sebelumnya.

 

” aksi kita ini menuntut PT Go-Jek untuk mengembalikan bonus insentif yang dipotong sebesar 50 persen secara sepihak, kita menolak, jadi kita menuntut pengembalian hak-hak kita,” kata dia

 

Lanjut Miftahul Huda aksi unjuk rasa ini merupakan kali kedua yang di adakan oleh para driver ojek online.

 

” Ini aksi yang kedua kali, awal juta dengar isu dari luar pemotongan bonus, jadi kita mengingatkan pihak go-jek untuk tidak melakukan itu, akan tetapi pada tanggal 2 September secara tiba-tiba, pihak Go-jek mengadakan pemotongan insentif secara sepihak,” ujarnya

 

Dalam aksinya kali ini driver ojek online mengancam akan menduduki kantor Go-jek jika permintaan mereka tidak diwujudkan.

 

” Go-jek mengabaikan kami, tidak ada panggilan, tidak ada mediasi, kita akan bubar jika tuntutan kami dipenuhi, jika tidak kita akan duduki kantor Go-jek,” kata dia.

 

Diketahui insentif yang sebelumnya seniali Rp160 ribu diturunkan menjadi Rp80 ribu secara sepihak oleh PT Go-Jek Indonesia.

 

Sementara, Wakapolres Bandarlampung, AKBP Yudy, turun langsung mencoba menenangkan massa.

 

“Kami sangat paham, kami melayani, saya arahkan anggota saya. Kami tahu rekan-rekan tidak akan anarkis. Ini adalah urusan masalah dapur masalah perut. Kami sangat paham.” ujarnya.

 

Meski ini bukan permasalahan yang masuk ke pada kepolisian. Namun pihaknya dalam hal ini melakukan mediasi agar tidak berbuat anarki.

 

“Kita mengajak berpikir bagaimana jika profesi seperti ini, dan ini wajar. Permasalahan seperti ini bukanlah masuk pada pihak kepolisian. Tapi ini saya bantu juga memikirkan bagaimana solusinya.” kata Yudy.

Lanjut Yudy iya meminta kepada para driver ojek online untuk melakukan mediasi dengan pihak polres usai unjuk rasa.

 

“Selesai dari unjuk rasa ini saya ingin temen-temen bincang-bincang dulu ke polres. Saya ingin dalam waktu dekat, hari ini bila perlu.” ujar Yudy menenangkan massa.

 

Untuk diketahui dalam aksi demonstrasi driver ojek online kali ini melakukan pembakaran Jacket dan helm Go-Jek. (din/rf)