Karena Tuntuan Warga, PT KAI Raih Kesepakatan Untuk Membuka Portal Perlintasam Kereta Api

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (01/10) – Perwakilan PT KAI beraudiensi dengan warga masyarakat terkait pembongkaran portal perlintasan kereta api di Jagabaya ll 13+5/6, Kantor Kelurahan, Jaga Baya ll, Senin, ( 30/9/2019)

Pertemuan ini di hadiri Lurah Jagabaya II, Babinsa, dan Dishub Provinsi serta di dampingi oleh Polda. Setelah terjadi sedikit perdebatan antara perwakilan PT KAI dan warga akhirnya pertemuan ini mencapai kesepakatan yakni, warga masyarakat boleh melintasi dan membuka portal perlintasan dengan spesifikasi yang sudah ditentukam dari PT KAI.

“Karena PT KAI tidak berhak untuk itu, kita sudah koordinasi dengan kelurahan setempat, di situ di sepakati bahwa karena tuntutan warga akan tetap di buka, tapi dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh PT KAI, kami mengikuti kesepakatan yang telah dilakukan di kelurahan jagabaya,” kata Manager Humas PT KAI Sapto Paryoto usai rapat

Sapto mengaku bahwa pembukaan portal perlintasan bukan dari PT KAI. PT KAI tidak memberi wewenang untuk membuka tapi ini kesepakatan yang di mediatori oleh dishub provinsi.

” Karena kan intinya PT KAI tidak berhak untuk melakukan pembukaan atau pentupan, sesuai dengan Undang-Undang sudah jelas bahwa yang berhak membuka dan menutup pintu perlintasan adalah pemerintah daerah. Jadi kita hanya memberi spesifikasi saja, ” kata dia

Lanjut Sapto PT KAI menekankan untuk pembukaan portal perlintasan itu harus sesuai dengan peraturan yang ada, dalam perlintasan itu tidak mengganggu perjalanan kereta api sehingga masyarakat bisa menggunakan sesuai dengan kesepakatan.

Masih dalam kesempatan yang sama Lurah Jagabaya ll Bahril mengatakan bahwa rapat kali ini merupakan tanggapan masyarakat yang kebetulam sudah di buka oleh masyarakat sudah dipenuhi oleh PT KAI.

” Yaitu boleh lewat tapi harus jaga keselamatan yang lewat dan jaga keselamatan kereta itu sendiri, dan yang sudah di cor harus dikembalikan seperti semula tidak melebihi batas rel 60 cm kanan kiri,” kata dia.

Bahril berharap agar warga masyarakat kita sarankan bahwa masyarakat harus penuhi atau di maklumi dan harus jaga keselamatan PT KAI.

” Rencananya besok tapi semuanya atas petunjuk PT KAI agar tidak sia-sia dan membuat selamat yang melintas, sementara untuk penjagaan palang pintu belum dipakai karena belum ada yang menjaga, jadi untuk palang pintu belum ada kejelasan,” kata dia

Bahril juga menambahkan bahwasanya perlintasan bisa dilewati masyarakat setelah usai dikerjakan, semua pekerjaan itu sudah dirapatkan dan PT KAI yang membuat tekhnisnya. ( din/rf)