BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (09/12)- Bisnis Kuliner di Era 4.0 saat ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan perekonomian Lampung salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi melalui bisnis kuliner online di Ruang Sungkai, Kantor Gubernur Lampung, Senin (09/12/2019).
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengatakan kalau dari sisi pecinta kuliner pasti punya rasa bosen kan terhadap makanan yang itu-itu aja dan di fase digitialisasi ini sangat memudahkan kita untuk menemukan makanan-makanan yang belum pernah dicoba atau kekinian dan tidak lupa juga ada makanan khas daerah yang sangat jarang ditemukan.
“jadi lebih muda apalagi ada akun-akun kuliner, jadi kan payah liat semua makanan enak semua. Apalagi liat Ale posting makanan yang tadinya tidak pengen jadi pengen”.ungkapnya.
Alejenes selaku Admin IG @Kuliner_Lampung mengatakan di Era 4.0 ini industri digitalisasi sekarang semakin canggih pasti lebih memudahkan kita dan sangat banyak akun-akun kuliner yang bermunculan saat ini seperti di instagram, Whatshapp, Google, Go Food, Grab Food dan sebagainya.
“Dulu waktu saya pertama kali merintis atau muncul di instagram untuk memperkenalkan kuliner Lampung, saya menggunakan HP yang zaman dulu kalo foto makanan hasil fotonya berwarna kuning semua beda dengan sekarang banyak HP-HP yang kameranya bagus”ungkapnya.
Selanjutnya, manfaat adanya bisnis kuliner bagi pencinta kuliner yakni memudahkan kita untuk menemukan makanan daerah atau kekinian, mempercepat dalam proses pembelian makanan serta pengantaran memperkenalkan makanan daerah melalui tenant-tenant kuliner, menumbuhkan rasa cinta pada makanan daerah melalui kampanye kampanye makanan jadi semakin mudah untuk menemukannya.
Peluang binis kuliner ini sangat bagus karena di Era 4.0 ini marak akan dunia digitalisasi, sehingga masyarakat bersifat malas untuk bergerak, dan kebanyakan masyarakat ingin praktis tetapi tetap sehat.
“Banyak banget keuntungan dari adanya festival kuliner terutama untuk tenant tenant kuliner yang mengikuti festival kuliner salah satunya meningkatkan perekonomian mereka menjadi lebih baik”ungkap Nunik.
“festival-festival yang didatangin tidak terhitung karena saya emaknya festival, dulu di Lamtim ada 100 festival karena di desa sangat butuh hiburan, apalagi di kota dunianya hiburan dan masyarakat sangat perlu hiburan sekaligus melestarikan dan mengenalkan budaya melalui festival tersebut”
Nunik mengatakan karena melalui festival dapat mengedukasi dan menjadi ruang sharing happines dan jauh lebih cepat ketimbang membaca buku karen lebih cepat masuk atau diterima untuk visual.
EO Edukasi 4.0 Rajib dewangga menjelaskan untuk membuat kuliner itu sustaince atau berkelanjutan yankni seperti yang dilakukan Ale apa yang dilakukan ale sebenarnya adalah point Edukasi industri 4.0 Yang berulang-ulang dan diubah menjadi digitalisasi kemudian dijual (konten) yang bermanfaat bagi kita kemudian kita beli.
” contohnya Ale foto makanan bakso mercon kemudian dia masukan diakun instagramnya kemudian di tulis dengan caption yang lengkap dan unik, lalu kita yang melihat akun tersebut penasaran dqn mula mengikuti dan akhirnya membeli makanan tersebut”.tutur Angga.
Sementara itu, 3 point yang harus di pahami yakni pahami duluTrik pasarnya, tidak cukup modal tapi usahanya tetap berjalan yakni dengan memnafaatkan digitallisasi, chanel seperti instagram, Google dan ushakan usaha anda ada di google, serta usahakan usaha anda terdaftar di gofood, grab food, dan produksi harus lancar, kemudian harus care dan wer.
“kalian harus pandai manfaaatkan teknologi digitalisasi seperti ig, google, go food”
Era Edukasi 4.0 ini ada trik yang bisa membantu yakni Menciptakan daya saing yang unggul seperti reseller, waralaba, frainces, yang penting link nya sudah kebangun usaha akan berkelanjutan.
“Hidup kita gx bisa hanya hidup jasmani saja kita perlu rohaninya, jadi kalo sudah punya kesempatan dan sudah bersibergi maka akan berjalan”jelasnya.” (Ve)
