BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (25/1) – Dari berbagai momen yang ada saat Tahun Baru Cina ini, bisa jadi pembagian angpau adalah moment yang paling ditunggu.
Sejak pagi bukan hanya warga Tionghoa saja yang memadati Vihara Amurwa Bhumi Graha di Jalan Ikan Bawal No 09/52 Teluk Betung, warga penduduk lokal juga terlihat memadati Vihara. Memakai pakaian seadanya, warga pribumi tampak menunggu masyarakat yang beribadah untuk selanjutnya membagikan amplop berwarna merah.
” Nunggu bagi angpau, ” kata Ningsih warga papala Jalan Khairil Anwar.
Ningsih mengatakan ia bersama rekan-rekanya datang ke Vihara Amurwa Bhumi Graha sejak pukul 08.00 pagi.
” Ya, sekitar 25 orang dari palapa datang ke sini. Kita emang sudah tiap tahun langganan disini, tapi kalau hujan kita enggak datang,” akunya.
Selain mendapatkan angpau, Ningsih dan rekan-rekanya juga mendapatkan makanan, dan minuman.
” Kita juga dapat makanan atau minuman. Kalau untuk angpau biasanya anak kecil dapet Rp 5 ribu, cuma kita ngeramain aja ya, ” ujarnya sambil tertawa malu.
Tradisi membagikan angpau di pelataran Vihara Amurwa Bhumi Graha ini memang sudah biasa di lakukan. Pimpinan Vihara Amurwa Bhumi Graha Biksu Dharmarakhitta mengatakan, ada makna khusus mengapa saat Imlek ada tradisi bagi-bagi angpau.
….
Bagi-bagi angpau juga diyakini sebagai hal yang berbeda, yakni memperlancar rezeki dengan memberikan kepada orang lain. Pemberian untuk orang lain saat Imlek ini tidak hanya berupa uang saja, tetapi juga bisa dalam bentuk makanan.
Namun untuk saat ini, angpau identik dengan uang dalam amplop berwarna merah. Soal berapa jumlahnya, Biksu Dharmarakhitta menyebutkan bahwa jumlah yang diberikan tergantung jumlah angpau yang diberikan oleh semua umat budha di Indonesia.
” Setiap tahun naik, Dua tahun yang lalu seribu, tahun kemarin dua ribu, tahun ini tiga ribu. Semua ini tergantung dengan umatku se Indonesia, jadi mereka bersama-sama memberi angpau untuk disalurkan langsung ke kaum dhuaffa. Saya hanya pelaksana, “. (din/rf)
