BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (03/2) – Seorang pedagang Kaki Lima di Jalan Teuku Umar mengungkapkan keluhannya saat dialog terbuka warga bersama Walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN, pada peresmian kelurahan Surabaya, Senin, (2/2/2020).
Pasalnya sang pedagang kerap kali di minta pungutan uang ketertiban oleh salah satu Kabid Tibum Satpol PP kota Bandarlampung berinisal JR.
Pedagang kaki lima tersebut bernama Leha (42).Setiap harinya Leha menjual gorengan di pinggir jalan Teuku Umar tepat di seberang pasar Koga. Leha mengaku dirinya sudah setahun ini harus menyetorkan uang ketertiban dalam setiap bulannya.
” Sudah setahun lebih di minta. Setiap bulan dimintanya. Kedatangannya memang gak tentu waktunya. Biasanya pakai mobil dinas, plat merah.Dia datang bersama istrinya, lalu suami saya yang menghampiri,”ungkap Leha saat di konfirmasi oleh Lampungsegalow.co.id
Leha mengatakan ia merasa keberatan atas biaya yang harus di setorkannya kepada oknum Kabid Tibum tersebut.
” Ya gak besar sih, cuma Rp 50ribu setiap bulan. Tapi ini, gak sesuai sama untung yang kami dapat. Kami hanya penjual gorengan. Kami ini cuma orang kecil, “katanya.
Leha menambahkan biaya bulanan yang kerap di minta oleh Kabid Tibum JR tersebut dikarenakan posisi gerobak dagangannya dekat dengan trotoar.
” Awalnya dia datang, dan bilang kalau gerobak kami mengenai trotoar padahal kami berdagang di depan toko orang. Karena posisi gerobak tersebut kami diminta untuk membayar uang ketertiban umum, memang gak maksa sih mintanya, tapi kalau gak ngasih dia datang lagi, ” imbuhnya.
Kedepannya ia berharap agar pungli yang mengatas namakan ketertiban umum ini tidak terjadi lagi terhadap dirinya.
” Di sepanjang jalan itu hanya saya saja yang di minta uang ketertiban umum, sementara untuk pedagang yang lainnya tidak. Pengennya ini gak di pungut biaya lagi karena menjual gorengan itu untungnya gak seberapa, ” harapnya.
Menanggapi masalah tersebut Walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN, MM akan memberikan tindakan terhadap oknum terkait.

” Akan saya tertibkan orang-orang yang gak benar ya, “tegasnya.
Orang nomor satu di tapis berseri ini mengatakan tugas aparatur pemerintah harus membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.
“Saya ingin supaya sadar, saya peringatkan jangan sampai menyusahkan rakyat. Kita harus membantu rakyat. Bagaimana ekonomi rakyat baik, ini adalah tugas pemerintah. Kalau ekonomi rakyat baik otomatis pengangguran bisa di serap oleh pedagang yang maju, ” katanya. (din/rf)
