Hotel Bukit Randu Mangkir Dari Janjinya, Warga Geram Dan Akan Adukan Ke Walikota Serta DPRD Kota

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (27/2) – Pihak managemen hotel Bukit Randu terus mangkir dari janjinya untuk melakukan perbaikan di RT 07 ke Lk 1 kelurahan kebun jeruk terkait longsor dan pembuangan air limbah, Kamis (27/2/2020).

Dari sembilan tuntutan warga yang telah disetujui oleh pihak managemen Bukit Randu dan sudah ditanda tangani warga dan pihak Bukit Randu sampai saat ini belum terealisasikan, oleh karena itu tentunya hal ini membuat warga geram dan kecewa terhadap pihak Bukit Randu.

Kepala RT 07 Mas’ud mengatakan bahwa hal ini sudah menyangkut harga diri warga yang selalu diberikan janji yang tanpa terealisasi.

” Ini sudah masuk rana harga diri bagi warga, karena selalu dipermainkan. Warga sudah gak berfikir lagi untuk mau berbicara ganti rugi. Mungkin, nantinya warga akan naik keatas, kalau pihak Bukit Randu terus mempermalukan warga dengan janjinya.” katanya.

Sementara itu Kepala Lingkungan 1, Riza Arizal mengatakan, sebenranya warga ini sudah tidak sabar lagi dengan pihak Bukit Randu yang selalu ingkar janji. Sampai saat ini warga masih mengukuti kata pamongnya memakai cara yang elegan.

” Warga merasa dipermainkan dan dikucilkan oleh pihak Bukit Randu. Kalau warga melakukan aksi demonstrasi tentunya itu tidak kondusif, banyak orang-orang yang kita tidak tau motivasinya apa untuk ikut panggung, sehingga menodai warga yang memang benar-benar memperjuangkan nasib dan keselamatannya,” ujarnya.

Kedepannya, warga dibawah akan menggunakan pengaruh dan linknya untuk berbicara dengan walikota Herman HN dan anggota DPRD kota Bandarlampung dan instansi yang terkait. Warga akan mendesak pihak Bukit Randu dengan jalan yang benar.

“Kalau sudah begini jangan salahkan warga, ini pastinya akan melebar. Dan tentunya ini bukan hanya sebatas longsor lagi, tapi mulai perizinan dari awal akan dibahas,” tegasnya.

Selama ini warga lingkungan 1 sudah sangat pengertian tapi tetap dianggap kecil oleh pihak Bukit Randu. Dari segi maklum warga ini sudah bijaksana, sudah tiga kali longsor ini terjadi.

” Seharusnya warga lingkungan 1 ini menjadi prioritas Bukit Randu. Seluruh aset mereka, termasuk gedung-gedung ada semua dilereng Timur, pintu gerbang ya ada di lingkungan 1. Tapi yang di dapat di lingkungan 1 warganya tidak mendapat prioritas yang bagus, tapi malah balak terus yang dikirim, longsor terus.” jelasnya.

Saat di minta keterangan oleh Lampungsegalow.co.id pihak managemen hotel Bukit Randu sulit ditemui, berbagai alasan mereka lontarkan. Salah satu alasanya sedang ada rapat eksternal bersama Dinas Pariwisata , sehingga tidak bisa memberikan tanggapan apapun. Akan tetapi, saat di konfirmasi ke dinas pariwisata provinsi, mengatakan bahwa pihaknya tidak ada pertemuan dengan pihak hotel Bukit Randu.

Bahkan untuk dipintai nomor handphone saja tidak diberikan oleh salah satu pihak receptionis, ia juga enggan memberikan tahu namanya.

” maaf, nomor bapak managernya hanya bisa dihubungi dari pihak hotel saja, jadi tidak bisa ditelpon. ” kata karyawan hotel Bukit Randu tersebut. (din/rf)