BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (11/3)- Puncak acara kegiatan HUT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau ke 44 jatuh pada hari ini, Rabu (11/3/2020). Dalam perayaan kali ini, PDAM Way Rilau melakukan kegiatan sosial berupa penanaman tunas pohon bambu dan berobat gratis di Intake PDAM Way Rilau Kota Bandarlampung.
Dirut PDAM Way Rilau AZP Gustimigo bersama ketua TP-PKK Kota Bandarlampung Eva Dwiana Herman HN, dan Sekda Kota Bandarlampung Badri Tamam menanam sebanyak 200 ribu tunas pohon bambu.
Usai melakukan penanaman, Eva Dwiana mengatakan dalam usia yang mencapai 44 tahun PDAM dapat memenuhi harapan masyarakat dan lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
” mudah-mudahan harapan warga masyarakat dan harapan pak wali juga diijabah. Dan yang penting pelayanan kita harus lebih ditingkatkan lagi supaya masyarakat kota Bandarlampung bisa merasakan,”katanya.
Bunda Eva menambah apalagi proyek air bersih yang dikerjakan oleh PDAM akan selesai lebih cepat dari target yang ditentukan.
” Tadi bapak direktur bilang bukan 2021 tapi 2020 ini akan selesai. Mudah-mudahan dengan bertambahnya way rilau sampai ke Pesawaran, insyaallah penambahan air bersih di kota Bandarlampung akan semakin meningkat, ” imbuhnya
Tak jauh berbeda dengan bunda Eva Dwiana, Sekda Kota Bandarlampung juga meminta agar PDAM meningkatkan kinerja.
” Kedepannya PDAM harus meningkatkan kinerja, ” katanya.
Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Maka pemerintah melalui kerjasama KPBU sudah membuat suatu proyek program untuk masyarakat.
” Kita menyiapkan 65 ribu sambungan untuk 7 kecamatan yang belum teraliri oleh air bersih. Oleh karena itu kedepan kita berharap kegiatan ini harus lebih kita tingkatkan, kebocoran-kebocoran bisa kita tekan sehingga efisiensi pelayanan terhadap masyarakat lebih terasa, ” ungkapnya.
Dirut PDAM Way Rilau menjelaskan pencapaian proyek KPBU di HUT ke 44 PDAM ini sampai desember ini mencapai 16 %.
” Itu tinggal air mengalir tinggal kita konek saja. Gak perlu terlalu lama. Sekarang yang proyek APBD itu sudah mencapai 12 km. Setelah dilakukan pengecekan dilakukan pada bulan agustus maka setelah itu ya running, ” jelasnya.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Gustimigo meminta kerjasama masyarakat untuk segera melaporkan jika terdapat gangguan.
” Harapan kami kepada masyarakat kalau ada bocor silahkan informasikan kepada kami, kalau misalnya ada gangguan laporkan. 500 km bukan pekerjaan yang gampang, kita berusaha semaksimal mungkin, kita berusaha segera merespon keluhan masyarakat dan SOP sudah kita patuhi, ” tegasnya. (din/rf)
