Libur Corona, Sekolah Paud Mentari Jalan-Jalan Naik Kereta

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (18/3) – Libur dua minggu yang di himbau oleh walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN, MM untuk mengisolasi diri dirumah dan tak boleh berpergian sementara waktu bagi pelajar mulai dari paud, TK, SD, dan SMP nampaknya tak di indahkan oleh salah satu sekolah paud di kota Bandarlampung.

Pasalnya dihari kedua libur corona ini paud Mentari, Langkapura bersama siswa dan orang tua murid melakukan perjalanan ke Kotabumi menaiki kereta api pada hari Rabu (18/3/2020) sekitar pukul 06.00wib.

Hal ini terpantau dari salah satu video yang di unggah oleh salah orang tua murid di aplikasi whatsup. Terlihat beberapa guru memakai seragam berwarna abu-abu dan berkerudung pink sedang asyik mengabadikan momen di dalam kereta.

” Otw kobum, semoga selamat sampai tujuan dan gak ada halangan apapun sampai pulang kerumah, ” tulis caption dari orang tua murid tersebut.

Menanggapi video yang diputar di snap whatsup mendapat respon dari masyarakat. Reyre (31) guru disalah satu sekolah swasat kota Bandar Lampung mengatakan bahwa hal tersebut tentunya sudah menyalahi aturan yang telah dikeluarkan oleh walikota Bandarlampung.

” Ya seharusnya gak bisa, kan kita tahu kegiatan mengumpulkan anak-anak ditempat umum itu sebaiknya dihindari, apalagi ini anak-anak yang dibawa, yang di takuti virus itu cepat menular ke anak-anak. Seharusnya mereka ini semua mengisolasi diri dirumah bukan berpergian , ” katanya.

Ia juga menyayangkan karena hal ini tentunya dapat menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat yang sudah benar-benar melakukan isolasi di rumah.

” Kita gak tau akan apa yang terjadi kedepannya, kalau diminta sih sehat-sehat aja, tapi kalau liat ada orang yang berpergian seperti ini tentunya masyarakat yang lain akan merasa sia-sia telah mengisolasi diri dirumah. Kita diam dirumah gak kemana-mana, keluar seperlunya aja tapi ini sekolah malah melakukan perjalanan ke luar kota, rasanya gak adil gitu ya. Semua itu tergantung ke individu masing-masing, kalau dia mau memutus rantai penyebaran virus ini serbaiknya isolasi diri dirumah, ” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, terlihat ada beberapa orang guru, murid dan wali murid yang mendamping tidak safety dalam penggunaan perlengkapan seperti masker. (din/rf)