Flyover Kimaja, Camat Kedaton; ” Ada sebagian Kecil Masyarakat Tidak Setuju “

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (24/3) – Pembangunan infrastruktur di Jalan kimaja termasuk pelebaran jalan dan pembangunan flyover kerap terkendala karena persoalan sosial.(24/3/20)

Camat Kedaton Febriana S.MIP., mengatakan masyarakat di sekitar proyek dan pelaku usaha disana ada yang menyetujui dan ada juga yang menolak pembangunan flyover.

” Ada sebagian kecil yang tidak setuju pembangunan flyover, dan sebagian besar mereka ikut apa kata pemerintah,” kata Febriana saat ditemui Lampung Segalow di kantornya, Senin (23/3/2020).

Keberatan itu datang dari berbagai pelaku usaha yang sudah lama mendirikan usaha dan ada beberapa masyarakat yang tidak setuju dengan besaran ganti rugi.

” Mereka takut usaha mereka ketika dipindahkan takutnya mereka tidak berjalan seperti sekarang ini serta. Masyarakat mendapatkan ganti rugi sesuai dengan kesepakatan, kalau sesuai NJOP masyarakat akan dirugikan. Untuk tanah itu ganti rugi sebesar Rp 2,5 juta permeter, untuk bangunan Rp 1,5 juta, dan adalagi untuk septitank, pagar itu dihitung masing-masing,” jelasnya.

Kedepannya Febriana akan melaksanakan sosialisasi kembali kepada masyarakat, akan tetapi ini terkendala dengan wabah corona sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pertemuan yang mengundang orang banyak.

Saat di singgung mengenai kapan pembangunan flyover Kimaja akan dimulai, Febriana pun tidak tahu secara pasti.

” Informasi dari dinas PU kepada kami, pelaksanaan pembangunan dimulai setelah lebaran, cuma belum tahu pastinya kapan, yang berwenang menjawab ini adalah dinas PU,” ujarnya. (din/rf)