BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (4/6) – Pembangunan flyover Sultan Agung sudah mulai di kerjakan di titik nol. Terlihat beberapa petugas dinas PU sedang melakukan pengecekan dan pengukuran tahap pembangunan. Namun demikian, pedagang yang ada di lokasi tersebut, belum mendapatkan sosialisasi terkait pembangunan flyover, Kamis, (4/6/2020)
Kasi Trantib kelurahan Kedaton, Dedi mengatakan bahwasanya pihaknya pernah meminta kepada dinas pu kota Bandarlampung , sebelum adanya pembangunan Sultan Agung agar ada sosialisasi ke bawah.
” Sebelum pembangunan flyover ada baiknya sosialisasi terlebih dahulu dengan pedagang supaya tidak timbul masalah dengan pedagang, tapi nyatanya sampai saat ini belum ada sosialisasi, namun pengerjaan seperti pengukuran dan penebangan pohon oleh dinas pu sudah dimulai, ” katanya saat ditemui Lampung Segalow di kantor kelurahan Kedaton, Rabu (3/6/2020).
Kita juga belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah kota melalui dinas pu untuk mengundang masyarakat/pedagang untuk melakukan sosialisasi.
” Saya juga masih bingung apakah masyarakat sudah diberitahu oleh dinas pu atau belum, kita juga tidak diberitahu. Ya saya mendapat intruksi dari camat, untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat namun belum ada perintah secara tertulis dari kota atau dinas pu kota untuk mengundang warga masyarakat disitu, ” terangnya.
Ia menuturkan bahwasanya sepuluh pedagang yang berada di wilayah pembangunan flyover sultan agung sampai saat ini belum ada yang menyatakan keberatan atas pembangunan tersebut. Dari informasi yang didapat, lahan yang ditempati para pedagang merupakan milik Pemda kota Bandarlampung.
” Sampai saat ini belum ada warga masyarakat yang komplain seperti itu, tapi saya memberikan masukan kepada dinas pu sebelum melakukan pembangunan untuk melakukan sosialisasi supaya pedagang disitu tahu bahwa akan ada pembangunan flyover, soal tuntutan permintaan ganti rugi kita tidak tahu, yang pasti sosialisasinya belum ada untuk para pedagang disitu, ” jelasnya.
Sebelumnya, memang pernah ada pembicaraan pembangunan flyover di tahun ini, tetapi pihak kelurahan belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan.
” Yang pasti kita sudah tahu akan ada pembangunan di tahun ini, tapi untuk pelaksanaan belum ada konfirmasi ke kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya dinas pu kota pernah menjanjikan untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke para pedagang.

” Kita juga lagi pusing memikirkan tempat pengalihan untuk para pedagang, nah karena itu kita menginginkan adanya sosialisasi supaya pedagang yang ada di wilayah tersebut untuk sementara ini ditempatkan dimana. Kami juga pernah berbicara dengan Dinas pu untuk melakukan sosialisasi dan pada saat itu mereka mengiyakan, namun sampai saat ini belum ada konfirmasi ke kita, ” imbuhnya.
Terkait dengan adanya ganti rugi terhadap para pedagang yang menempati lahan pemda kota Bandarlampung di wilayah pembangunan flyover sultan agung , sampai saat ini pihak kelurahan kedaton belum mengetahui secara pasti. (din/rf)
