Akibat Covid, PAD Bandar Lampung Turun Drastis

BANDARLAMPUNGD, LAMPUNG SEGALOW(4/6B)- Pemerintah daerah kota Bandarlampung mencatatkan penurunan pendapatan asli daerah tahun 2019. Berkurangnya PAD ini tak lain karena adanya pandemi covid 19 yang sudah merebak di Indonesia sejak beberapa bulan lalu.

LKPJ anggaran 2019 tersebut disampaikan langsung oleh walikota Drs. H. Herman HN, MM di rapat paripurna bersama anggota DPRD kota Bandarlampung, Kamis, (4/6/2020). LKPJ 2019 disusun dan disampaikan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Total, realisasi pendapatan hanya berjumlah Rp 300-400 juta perhari, jumlah itu jauh berkurang di banding sebelumnya yang mencapai Rp 1,5 miliar perhari. Hal ini disampaikan oleh walikota Drs. H. Herman HN, MM dalam sambutanya saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2019.

” Jauh, karena kita dari Rp 1,5 miliar perhari sekarang berkurang, hal ini karena rumah makan, hiburan, hotel tidak berfungsi optimal, ” kata Herman HN, Kamis, (4/6/2020).

Menurut orang nomor satu di kota tapis berseri ini, ada lima macam aspek yang tidak berfungsi secara optimal.

” Mudah-mudahan bulan ini berfungsi. Saya yakin ini nanti akan berubah, ” ujarnya.

Masih dalam kegiatan yang sama, selain penyampaian LKPJ, DPRD Kota Bandar Lampung juga menyampaikan Raperda Usul Inisiatif kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang disambut langsung oleh Walikota Drs. H. Herman HN, MM.
Terdapat enam point Raperda Usulan DPRD antara lain :
1. Raperda tentang RT dan Lingkungan.
2. Raperda tentang retribusi pengolahan limbah cair.
3. Raperda tentang Pengembangan Kota Layak Anak.
4. Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.
5. Raperda tentang Kesehatan Lingkungan.
6. Raperda tentang Bantuan Hukum.
Raperda tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan harapan akan menjadi Perda dalam waktu dekat. (din/rf)