BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Proyek galian pipa PDAM Way Rilau yang hampir sudah rampung 100 persen ternyata menyisakan bekas galian yang belum diperbaiki. Tentunya, hal ini menimbulkan keluhan masyarakat, salah satunya para pedagang di Pasar Tempel Wayhalim Kota Bandarlampung.
Warsiyem dan pedagang lainya mengatakan sudah dua bulan lebih bekas galian di lapaknya belum dirapihkan.
“Pastinya terganggu karena tempat saya dagang, kalau hujan saya harus pindah tempat,” katanya, Sabtu (15/8)
Menurut dia, bekas galian tersebut mengganggu aktivitasnya sebagai pedagang sayur emperan.
“Ya kalau hujan lubang itu digenangi air, tanah merah dan becek, kadang tanah merahnya sampai mengenai dagangan saya. Kalau keadaan panas, lubang galian itu jadi tempat pembuangan sampah,” keluhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ia dan pedagang yang lain pernah berinsiatif untuk memperbaiki secara swadaya, namun gagal lantaran takut.
“Ya ada niat buat memperbaiki, tapi gak jadi takut di marahi pihak PDAM karena kita kan gak tau sudah rampung apa belum galiannya. Takut disalahkan,” bebernya. (Din/RF)
