Pemkot Berikan Kebijakan SPP Gratis

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Sukarma Wijaya menginformasikan selama penangguhan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung meminta sekolah memberikan kebijakan untuk tidak melakukan penarikan uang Sumbangan Pembinaan Pembangunan (SPP).

“Kalau sekolah di ranah pemkot, yaitu TK, SD dan SMP, SPP nya gratis/tidak bayar. Tidak ada penarikan itu, karena kita masih terbantu dengan pencairan dana bantuan operasional siswa. Kalau ada penarikan SPP, boleh lapor ke kita nanti akan kita fasilitasi dan kita menengahi,” ujar Sukarma, Selasa(25/8).

Sukarma Wijaya menjelaskan terkait kebijakan tidak ada penarikan SPP untuk sekolah di bawah naungan Pemkot Bandarlampung, sudah diberlakukan sejak awal mula dilakukan KBM secara daring.

Meski begitu penarikan SPP tersebut masih berlaku pada beberapa siswa dan sekolah, terutama sekolah swasta. Sebab meski kebijakan pemerintah memberlakukan KBM di rumah, akan tetapi kepengurusan sekolah masih tetap melakukan kegiatan.

“Sehingga untuk pembayaran SPP kita kembalikan kepada kebijakan masing-masing sekolah. Jadi kita tidak menganggap itu (Penarikan SPP) sebagai pelanggaran. Namun dikembalikan lagi pada nurani orang tua murid,” ujar Sukarma.

Sementara, untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) kebijakan tidak melakukan penarikan SPP selama masa Covid-19 tersebut ada pada wewenang provinsi.

“Kebijakan ini juga berlaku pada SMA, Bapak Gubernur juga sudah mengatakan seperti itu. Sekalipun itu kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung, tapi sekolahnya ada di wilayah Kota Bandarlampung, sehingga harus mengikuti kebijakan Walikota,” paparnya.

Sebagaimana hasil evaluasi ketua Gugus Tugas Kota Bandarlampung terkait adanya penambahan kasus Covid-19, yang mencapai 150 orang. Pemerintah Kota Bandarlampung meliburkan sekolah sampai tanggal 31 Oktober 2020.

“Artinya jika di Bulan September tidak ada kasus covid, Insyaallah, awal November bisa dilakukan pembelajaran secara tatap muka. Kita semua selaku warga juga harus patuh, karena yang dilakukan ketua gugus tugas ini adalah mengutamakan keselamatan warganya,” pungkas Sukarma.

Terkait soal pendidikan yang juga menjadi keluhan para wali murid sudah diintruksikan kepada seluruh kepala sekolah, terutama SD dan SMP. Dimana Walikota Bandarlampung Herman HN meminta agar seluruh siswa dapat naik kelas.(Din/RF)