Bapenda Luncurkan E Samdes

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Pendapat Daerah (Bapenda) luncurkan Aplikasi E-Samdes Program Samsat Desa Digital. Kamis (26/8).

Kepala Bapenda Lampung, Adi Erlansyah mengatakan, program ini merupakan langkah Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang tinggal di pelosok desa.

“Alhamdulillah, aplikasi sudah selesai. Nantinya pelaksanaan uji coba akan kita lakukan di 26 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di 13 kabupaten,” kata Adi.

Menurut dia, aplikasi tersebut akan dijalankan pada awal September 2021 dan sementara Lauching di dua kabupaten yakni Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah.

“Jadi aplikasi ini, efisiensi kita dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat desa, agar taat membayar pajak kendaraan. Terkait petugas kita sudah siap. Tinggal diturunkan di lapangan. Mudah-mudahan aplikasi ini, akhir tahun sudah bisa berjalan 100% di BUMDes,” terang dia.

Sementara, terkait pelaksanaan program pemutihan kendaraan yang dilaksanakan selama 6 bulan dari awal Bulan April yang akan berakhir pada akhir Bulan September 2021, masih terus berjalan.

Walaupun Komisi III DPRD Lampung menyarankan agar kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) bisa diperpanjang hingga akhir tahun.

“Namun perpanjangan pemutihan PKB tidak bisa langsung dilaksanakan. Karena harus dievaluasi terlebih dahulu. Jadi nanti kita akan evaluasi dulu sampai dengan Bulan September, Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) sampai dengan 6 bulan. Apalagi diperpanjang atau tidak pemutihan tersebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke Pemerintah Pusat,” lanjut dia.

Adi menjelaskan, pelaksanaan program pemutihan kendaraan sangat penting dilakukan dalam sisi positifnya. Bukan saja menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga bisa mengupdate kembali plat kendaraan yang selama ini menunggak pajak. Mengingat banyak sekali kendaraan yang tidak taat pajak, seperti kendaraan roda dua yang cukup signifikan jumlahnya.

“Kalau sudah mengikuti program pemutihan. Kita bisa mengupdate plat kendaraan tersebut untuk kedepannya. Mempermudah kita dalam mengawasi kendaraan tersebut,” jelas dia.

Program pemutihan juga ada sisi negatifnya. Membuat masyarakat malas membayar pajak.
“Iya nanti saja bayar pajak, nunggu adanya program pemutihan,” ungkap dia.

Sejauh ini, menurut dia program pemutihan dari 16 Agustus 2021. PAD sudah mencapai Rp.133.267.413.925 (133 Milliar). Dengan rincian kendaraan roda dua sebanyak 124.820 kendaraan dan roda empat sebanyak 53.073 kendaraan. (LS/Din/AA)