Bandarlampung Jadwalkan PTM Terbatas

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Dengan status PPKM Level 3 bersama masuknya zona kuning, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, menjadwalkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), dan Taman Kanak-kanak (TK) mulai pada Senin (13/9).

Ia mengatakan, kegiatan PTM ini akan dilakukan dengan mengambil sampel satu sekolah setiap tingkatan per kecamatan. Jum’at (10/9).

“Hari Senin kita akan tatap muka dan ada sampel beberapa sekolahan, supaya nanti kalau tahap pertama ini sukses, InsyaAllah, minggu kedepannya semua sekolahan mengikuti,” kata dia.

Sementara pelaksanaan PTM terbatas tetap dengan melakukan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Mulai dari penyekatan meja, menjaga jarak, pengurangan kapasitas kelas, dan lainnya.

“Kalau untuk sekolahan aktivitasnya tetap Senin-Jum’at, sementara untuk kapasitas perkelas hanya 50%, misalnya ada 30 siswa, hari ini 15 siswa besoknya 15 siswa lagi, jadi seling-seling,” terang dia.

Menurutnya, jika kelas 3 SMP ini lancar, InsyaAllah akan langsung dilanjut dengan kelas 1 dan 2 SMP. Begitu juga untuk SD akan mencoba kelas 6, jika kelas 6 sukses akan dilanjut dengan kelas lainnya. Sementara untuk Paud dan TK akan dilakukan secara bertahap.

Lanjutnya, untuk jam sekolah akan dilaksanakan selama 2 jam. Jika berhasil maka pada pekan selanjutnya akan dicoba selama 4 jam. Kemudian jika sukses akan dilanjutkan seperti jam sekolah biasa, dari pagi sampai sore.

“Bunda berharap kepada guru-guru nanti jangan langsung belajar, tapi kita pertanyakan dulu apa respon anak-anak selama daring ini, terkait pelajaran kita lihat keluhan anak-anak,” ujar dia.

“Bunda sudah bilang kepada kepala sekolah, terutama guru, kalau ada anak yang kurang, jangan dimarahi. Tapi nanti akan ditindaklanjuti dengan kita berikan pelajaran esktrakulikuler bagi anak-anak yang kemarin ketinggalan pelajaran,” tambah dia.

Bersamaan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Bandarlampung, Sukarma Wijaya mengatakan, kemarin pihaknya telah rapat dengan walikota.

Ditambah lagi ada sinyal dari Gubernur Lampung yang menyatakan Lampung sudah bisa memulai PTM. Akan tetapi menurut Sukarma, terkait PTM ini pemerintah kota sangat berhati-hati. Karenanya, PTM dilaksanakan secara sampling setiap kecamatan.

“Jadi masing-masing kecamatan kalau ada 20 kecamatan se-Kota Bandarlampung, berarti masing-masing jenjang itu hanya boleh satu dulu. Seperti, TK itu Nol Besar, SD kelas 6, kemudian untuk SMP kelas 9, satu kecamatan satu,” tutur dia.

Lanjut ia, tidak semua didominankan sekolah negeri, jika ada Sekolah Swasta yang sudah siap, dan memenuhi syarat itu dipersilahkan.
“Makanya hari ini ada rapat MKKS K3S untuk sepakat menetapkan satu kecamatan itu, sekolah mana yang akan ditunjuk, sehingga tidak ada komplain atau cemburu sosial,” tutup dia. (TSF/AA)