Marinir Lakukan Simulasi Pembebasan Sandra

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Pasukan Denjaka & LSL II aspek darat Brigade Infanteri 4 Marinir/BS melaksanakan operasi latihan pembebasan sandera oleh Negara Sonora, dilaksanakan di Gedung Pemerintahan Lampung, dengan menerjunkan 500 personel gabungan. Rabu (15/9).

Koorsahli Dankormar, Kolonel Marinir Eddy Setiawan mengatakan, ratusan personel TNI Angkatan Laut melaksanakan operasi ini.

“Dalam sekenarionya pasukan militer 1 batalyon diperkuat 1 seksi armed/l berhasil masuk dan melaksanakan invasi didaerah, serta telah memperkuat perkubuan juga rintangan untuk perlindungan,” kata dia.

Eddy mengatakan, dalam pelaksanaan operasi dibantu oleh satuan manuver terbaik Korps Marinir Lampung dari Brigade Infanteri 4 Marinir/BS dengan diperkuat unsur-unsur kavaleri tim regu pandu tempur.

“Dalam operasi diterjunkan kendaraan tempur Tank Baja PT 76, Pesawat Udara Cassa Umar 6205, helly bell TNI AL,” ujar dia.

Tujuan dilaksanakannya operasi latihan kali ini, lanjut Eddy, adalah untuk memperkuat pasukan pendarat TNI AL, serta latihan rutin yang dilaksanakan oleh prajurit sesuai dengan perintah Satuan Atas.

“Kami juga tadi menggunakan exfiltrasi Tim Bravo menggunakan Teknik Stabo melalui udara menggunakan Helly Bell TNI AL, dimana teknik ini digunakan pada saat pelaksanaan pengunduran yang sangat sulit dijangkau,” terang dia.

Bersamaan itu, Sekertaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pasukan TNI Angkatan Laut.

“Kami kagum sekali dengan operasi pembebasan sandera yang dilaksanakan Pasukan Denjaka dan Brigif 4 Mar/BS. Peralatan yang digunakan juga sangat lengkap, mulai dari kendaraan rupanpur,” ungkap dia.

Fahrizal mengatakan pemilihan lokasi di Gedung Pemprov Lampung dianggap tepat karena pusat perkantoran dianggap sebagai salah satu objek vital.

“Pemilihannya tepat karena disini ada Gedung DPRD, Kantor Gubernur dan merupakan objek vital di Provinsi Lampung,” jelas dia. (Din/AA)