BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Seorang tukang bangunan, Zaiyadi Yazid (51), tewas di tempat saat ia sedang kerja rehab bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Banin, di Jalan Flamboyan I, Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang.
Saat ditemui Lampung Segalow, Ketua Pengurus Ponpes Al-Banin, Tamim Khoidurin memaparkan, kejadian ini terjadi pada Kamis (11/11) sekitar Pukul 08:30 WIB. Saat dirinya sedang berada di rumah, tepat berada di depan Ponpes Al-Banin, ia mendengar suara reruntuhan bangunan yang sangat keras.
“Pagi itu saya sedang di rumah, mendengar suara yang keras, dan melihat warga berlari ke arah sumber suara. Saya pun menuju kesana dan melihat orang ramai-ramai melihat bangunan yang runtuh,” ujar dia saat diinvestigasi. Jum’at (12/11).
Awalnya, ia tidak mengetahui jika ada yang tertimpa reruntuhan bangunan, hanya melihat dua santri yang terluka akibat tertimpa atap bangunan yang terbuat dari asbes. Setelah itu, ia melihat catatan dan mengetahui ada seorang yang tidak ada di lokasi rehab bangunan itu.
“Inikan bangunan ngerehab, kami cari-cari, buka-buka sisa reruntuhan, ternyata ada satu tukang yang tertimpa, posisi terlentang dan sedang menggenggam palu,” kata dia.
Kemudian, ia juga membeberkan, saat ditemukan posisi korban sudah meninggal dan langsung dievakuasi warga bersama anak-anak santri dibawa ke Puskesmas Tanjung Senang. Saat itu, korban mengalami luka di bagian kepala, pergelangan tangan, dan kaki.
“Disaksikan oleh jajaran Polsek Tanjung Senang, Babinsa, dan aparat pemerintah setempat. Karena ada 2 orang anaknya yang jadi santri. Akhirnya saya coba menghibur dan yakinkan bahwa mereka baik-baik saja, langsung dibawa ke Puskesmas terdekat,” ucap dia.
Ia menambahkan, setelah itu jenazahnya langsung di mandikan di Ponpes Al-Banin, kemudian dibawa ke rumah duka yang berada di Kabupaten Lampung Tengah.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Senang, Ipda. Rosali, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saat ini sedang melakukan penyelidikan.
“Kita lakukan penyelidikan, untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja yang belum diketahui,” tutup dia.
Diketahui, Zaiyadi tewas tertimpa reruntuhan bangunan saat sedang bekerja bersama seorang nenek dan 5 orang santri lainnya. Selain 1 orang meninggal, 2 orang santri yang ikut membantu juga mengalami luka ringan. (TSF/AA)
