BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Satu gudang ban bekas milik CV Bumi Waras yang terletak di Jalan Ikan Baung, RT 23 LK 02, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras Bandarlampung ludes dilahap Sijago merah,sekira pukul 18.30 WiB. Rabu (10/8).
Salah seorang warga, Symi mengatakan bahwa saat itu api dengan tiba-tiba membesar dan tampak asal tebal.
“Kejadiannya setelah adzan magrib, itu awalnya lahan kosong dan disitu ditaruh ban bekas situ, itu punya Bumi Waras, kami juga sudah pernah ingatkan ban bekas itu jangan taro disitu tapi yaudah,” katanya.
Camat Bumi Waras, Sarkoni mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 18.30 WIB, dan membakar habis lahan tempat ban bakas yang diduga dibakar oleh orang yang membakar sampah.
“Berdasarkan keterangan dari warga sekitar bahwa ada orang yang belum diketahui membakar sampah hingga mengakibatkan kebakaran,” katanya saat diwawacarai di Lokasi Kejadian.
Namun Sarkowi tak mengetahui berapa jumlah kerugian yang diterima, namun tak ada korban jiwa.
“Untuk kerugian tak tahu persis, namun tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandarlampung, Antoni Irawan menambahkan dalam proses pemadaman setidaknya pihaknya menerjunkan 4 unit mobil pemadam kebakaran (damkar).
“Kami terjunkan 4 mobil damkar 1 mobil rescue dan 17 personel, dan kurang lebih 45 menit berhasil dipadamkan,” pungkasnya
Menurut Antoni peristiwa kebakaran itu bermula dari kebakaran lahan kosong.
“Indikasi dari laporan masyarakat namun kami masih tunggu hasil dari kepolisian ada warga yang mencari kawat dari ban jadi sengaja dibakar oleh warga yang bersangkutan. Namun, tidak diketahui warga darimana, dan api ini ditinggal sehingga tidak terkondisi dan semakin membesar,” katanya.
Ia berharap agar pemilik lahan dapat mengurus lahan dengan baik agar tidak terjadi hal serupa, pasalnya berdasarkan keterangan Camat Bumi Waras peristiwa di lokasi yang sama sudah terjadi dua kali.
“Akan kami berikan semacam tegoran agar lahan tersebut minimal dipakai atau dimanfaatkan atau yang dapat beresiko kebakaran lahan,” ucapnya. (Din/AA)
