BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Kapolda Lampung, Irjen Pol Akhmad Wiyagus menanggapi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang saat ini sedang didalami menjadi atensi pihaknya. Rabu (10/8).
Hal tersebut disampaikan Kapolda Lampung saat diwawancarai para awak media.
“Iya semua kasus kita atensi,” ungkapnya.
Saat ditanya, terkait Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana apakah akan dilakukan wawancara lanjutan, Irjen Pol Akhmad Wiyagus membenarkan hal tersebut. “Iya, masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Perlu diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, belum lama ini ramai diperbincangkan terkait kedatangannya di Mapolda Lampung pada beberapa waktu yang lalu.
Reihana datang ke Mapolda Lampung bukan tanpa sebab, ia dikabarkan datang untuk memenuhi undangan interviu yang dilakukan oleh Polda Lampung yang dalam hal ini melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda setempat.
Dalam pelaksanaannya, Reihana Wijayanto diketahui sudah dua kali memenuhi undangan tersebut, yang pertama pada hari Kamis, 21 Juli 2022 dan undangan kedua pada tanggal 25 Juli 2022 hari Senin.
Saat itu, pada panggilan yang pertama para awak media yang berada di lokasi tidak sempat bertemu dengan Bunda (sapaan) Reihana.
Selanjutnya, pada panggilan yang kedua akhirnya para awak media bertemu langsung dengan Reihana. Meski, saat selesai interviu dari ruangan Unit IV Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung, Kadiskes Lampung diam tanpa kata saat itu.
“Bun sedikit terkait wawancara hari ini bun,” tanya awak media, saat itu.
Namun, Reihana hanya menjawab singkat.
“Misi, mau lewat,” jelasnya.
Hingga lapangan parkir Mapolda Lampung, Reihana tetap diam.
Penjelasan disampaikan oleh Penasihat Hukum yaitu Ahmad Handoko, menurutnya bahwa kliennya mendatangi Polda Lampung guna memenuhi panggilan wawancara terkait pengumpulan data penggunaan anggaran di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
“Jadi ini masih dalam tahap interviu atau wawancara jadi belum masuk ke proses hukum. Karena, ini hanya sebatas pengumpulan data dari pihak Polda Lampung untuk melakukan wawancara terkait dengan penggunaan anggaran di dinas kesehatan,” ungkapnya saat diwawancarai, Senin (25/7)
Apakah penggunaan anggaran Covid-19 para awak media menanyakan, Handokotidak mengetahui persis terkait anggaran apa yang harus dikroscek.
“Itu bukan ranah saya karena ini sifatnya undangan, karena ini sifatnya interview saja. Ada hal-hal teknis mungkin terkait penggunaan anggaran yang perlu dikroscek,” jelasnya.
Kemudian, anggaran tahun berapa, Handoko juga menyampaikan hal yang sama. “Saya kurang paham juga,” tuturnya.
Apakah bakal ada lagi pemanggilan, Handoko menyatakan bahwa itu kewenangan dari Polda Lampung. “Tergantung dari temen-temen polda, yang jelas ini terkait anggaran di dinas kesehatan. Tadi, kami tiba pukul 13.00 Wib,” imbuhnya.
Sementara itu, saat ditanya apakah sebelumnya memenuhi panggilan, Handoko membenarkan hal tersebut. “Iya benar yang ini kedua,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Ari Rachman Nafarin menyampaikan, bahwa kedatangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana Wijayanto adalah memenuhi undangan wawancara dan belum masuk dalam proses hukum.
“Terkait wawancara yang dilakukan itu memang belum masuk proses hukum, jadi kita ngundang bukan panggilan,” kata Arie, Selasa (26/7) di Mapolda Lampung.
Kemudian, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang dan Arie pun kembali menegaskan bahwa Kadiskes Lampung hanya memenuhi undangan wawancara saja.
“Sebelumnya kita sudah memeriksa 21 orang, jadi yang dilakukan kepada Kadiskes Provinsi Lampung hanya interviu saja,” tuturnya.
Adapun terkait anggaran apa yang dimaksudkan, menurut Arie, semua anggaran yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
“Dan kita fokus dianggaran tahun 2021. Untuk 21 orang yang diperiksa itu yang jelas banyak,” tegasnya.
Lalu, apakah yang dilakukan pemeriksaan itu dari seluruh dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
“Yang jelas ini semua yang berkaitan dengan penganggaran di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Semua yang jelas, nanti kita filter. Besaran anggaran saya belum terlalu detail mengetahui,” bebernya.
Selanjutnya, saat ditanya apakah Reihana akan dipanggil lagi.
“Tergantung nanti, kita analisa dulu, kita pelajari dulu. Jadi konteksnya ini kita mengundang ya, bukan melakukan pemanggilan,” pungkasnya. (Din/AA)
