HADIRI PENGUKUHAN KEPALA BI JAKARTA, GUBERNUR PRAMONO DORONG KOLABORASI PERCEPAT EKONOMI DIGITAL

Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong transformasi ekonomi Jakarta, khususnya melalui penguatan ekonomi digital.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, yang digelar di The Ballroom Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/1).

Menurut Pramono, pengalaman kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan BI dan OJK telah menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi daerah, salah satunya melalui digitalisasi pasar tradisional.

“Pengalaman kami menunjukkan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia dan OJK mampu memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui lomba digitalisasi pasar yang hasilnya mampu meningkatkan transaksi hingga 47 persen,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, saat ini Jakarta memiliki 153 pasar yang terus didorong untuk menerapkan sistem digital melalui skema perlombaan. Program tersebut melibatkan BI dan OJK sebagai juri, serta didukung perbankan nasional, termasuk bank-bank Himbara dan Bank Jakarta, yang turut mendampingi pasar-pasar tersebut.

Pramono menilai pendekatan kreatif dan kolaboratif tersebut efektif dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Jakarta. Ia menyebut digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu fokus utama kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, BI, dan OJK.

“Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kolaboratif mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Jakarta. Kami telah bekerja sama dengan baik bersama BI dan OJK, terutama dalam digitalisasi sistem pembayaran,” jelasnya.

Selain itu, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Jakarta akan terus tumbuh dan bertransformasi menjadi kota global yang berdaya saing,” tuturnya.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta belum lama ini berhasil mendorong perputaran ekonomi pada momentum Natal dan Tahun Baru melalui berbagai program, termasuk perlombaan diskon pusat perbelanjaan dan ornamen hotel. Hingga 12 Januari 2026, nilai transaksi ekonomi Jakarta tercatat mencapai Rp15,2 triliun, dengan tingkat hunian hotel di sejumlah koridor utama hampir menyentuh 100 persen. (AS/N)